6.172 Karung Bawang Selundupan Diamankan, Amran: Tidak Ada Ampun

6.172 Karung Bawang Selundupan Diamankan, Amran: Tidak Ada Ampun

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman,Photo Kementerian Pertanian

WARTAFLASH.COM,JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kembali menegaskan sikap keras pemerintah terhadap praktik impor pangan ilegal. Saat melakukan inspeksi langsung di Semarang, Jawa Tengah, Mentan menemukan ribuan karung bawang bombay selundupan yang masuk ke Indonesia tanpa izin resmi dan berpotensi membahayakan pertanian nasional.

Dalam pengecekan di lapangan, Mentan Amran menyebut bawang bombay tersebut tidak dilengkapi dokumen karantina, tidak membayar kewajiban pajak, serta diduga membawa bakteri dan penyakit yang bisa merusak ekosistem pertanian dalam negeri.

“Ini barang selundupan, tidak bayar pajak, dan berisiko membawa penyakit. Dampaknya bukan hanya ke negara, tapi langsung ke petani. Karena itu harus diusut tuntas dan pelakunya diberi efek jera,” kata Mentan Amran dengan tegas.

Dari hasil pendataan sementara, aparat mengamankan sebanyak 6.172 karung bawang bombay dengan total berat sekitar 133,5 ton. Meski demikian, Mentan menekankan bahwa ancaman terbesar bukan terletak pada jumlah barang, melainkan potensi penyakit yang dibawa dari luar negeri.

“Satu kilo atau seribu ton itu sama bahayanya kalau membawa penyakit. Dampaknya bisa memukul mental petani dan merusak kepercayaan mereka untuk terus berproduksi,” ujarnya.

Mentan Amran menilai penyelundupan pangan merupakan ancaman serius bagi keberlanjutan swasembada pangan nasional. Ia menegaskan, jutaan petani dan peternak di Indonesia tidak boleh dikorbankan demi kepentingan segelintir oknum yang mencari keuntungan pribadi.

“Petani kita ada puluhan bahkan ratusan juta orang bersama keluarganya. Tidak masuk akal kalau mereka harus menanggung risiko hanya karena ulah beberapa orang,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia saat ini tengah memperkuat ketahanan pangan, setelah berhasil menjaga swasembada beras dan komoditas strategis lainnya. Masuknya pangan ilegal dikhawatirkan dapat memicu ketergantungan impor kembali dan menurunkan semangat petani lokal.

Selain bawang bombay, Mentan memastikan pengawasan ketat juga akan dilakukan terhadap komoditas lain seperti beras, gula, serta sarana produksi pertanian. Ia mengaku telah menerima banyak laporan terkait praktik penyelundupan pangan, pupuk ilegal, hingga mesin pertanian.

“Kami tidak akan berhenti. Dalam waktu dekat semua akan kami bongkar satu per satu,” tegasnya.

Mentan Amran juga menyinggung pengalaman pahit masuknya penyakit hewan dan tumbuhan akibat lemahnya pengawasan di masa lalu, termasuk wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat merugikan peternak hingga triliunan rupiah.

Penanganan dan penetapan pihak-pihak yang terlibat dalam kasus bawang bombay ilegal ini sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum. Namun, Mentan Amran memastikan Kementerian Pertanian akan berada di garda terdepan dalam menjaga kedaulatan pangan dan melindungi petani Indonesia dari ancaman impor ilegal.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *