Bansos Digital Mulai Oktober 2026, Ini 5 Ciri KPM yang Masuk Data Penerima

Foto Ilustrasi
WARTAFLASH.COM,JAMBI – Pemerintah mulai mempercepat penerapan sistem Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital untuk memperbaiki penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat.
Kementerian Sosial bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mendorong integrasi data agar bantuan lebih tepat sasaran.
Melalui sistem tersebut, pemerintah akan menghubungkan proses pendataan dan verifikasi penerima dengan Identitas Kependudukan Digital (IKD) serta Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Pemerintah juga menyiapkan peluncuran Bansos Digital secara nasional mulai Oktober 2026. Sebelum penerapan secara luas, pemerintah memperluas uji coba portal digital ke berbagai daerah.
Pada tahap awal, uji coba berlangsung serentak di 258 kabupaten dan kota.
Lima Ciri KPM yang Masuk Bansos Digital
Perubahan sistem membuat masyarakat perlu memastikan data kependudukan dan data sosial ekonominya sesuai.
Mengutip kanal YouTube @CEK BANSOS, Rabu (16/9/2026), terdapat lima ciri keluarga penerima manfaat (KPM) yang masuk dalam skema bansos digital.
Pertama, data penerima tercatat aktif dalam DTSEN.
Kedua, masyarakat sudah mendaftarkan diri dalam program Perlinsos.
Ketiga, penerima berada pada kelompok desil 1 sampai 5.
Keempat, data penerima bansos tidak masuk kategori exclude dalam DTSEN.
Kelima, penerima memiliki rekening aktif Bank BRI. Khusus masyarakat di Provinsi Aceh, rekening yang digunakan yakni Bank Syariah Indonesia (BSI).
Dengan demikian, masyarakat perlu memastikan data kependudukan dan informasi sosial ekonominya tetap sesuai sebelum pemerintah menetapkan penerima bantuan.
Pendaftaran dan Pemutakhiran Data Dilakukan Digital
Selain memperbarui data, pemerintah juga mengarahkan proses pendaftaran dan pemutakhiran data melalui portal resmi.
Masyarakat dapat mengakses laman perlinsos.kemensos.go.id menggunakan akun IKD. Selanjutnya, calon penerima dapat memilih program bantuan sesuai kondisi ekonomi rumah tangga.
Sementara itu, masyarakat yang ingin mengetahui status kepesertaan dapat mengeceknya melalui situs cekbansos.kemensos.go.id atau aplikasi Cek Bansos.
Pengguna cukup memasukkan 16 digit NIK KTP serta data wilayah domisili. Setelah itu, sistem akan menampilkan informasi terkait kelompok desil dan program bantuan yang tercatat.
Pemerintah juga menyiapkan verifikasi biometrik, termasuk verifikasi wajah, untuk membantu memastikan identitas penerima.
Bukan Semua Penerima Mendapat Rp5,4 Juta
Salah satu informasi yang ikut menjadi perhatian ialah rencana nominal bansos yang disebut mencapai Rp5,4 juta per keluarga.
Namun, angka tersebut perlu dipahami secara tepat. Rp5,4 juta bukan berarti setiap keluarga penerima manfaat akan menerima uang tunai sebesar angka tersebut.
Angka itu merupakan gambaran rata-rata total alokasi bansos dan subsidi per rumah tangga apabila berbagai jenis bantuan, seperti BPNT, PKH, dan subsidi barang, di hitung dalam skema transfer tunai langsung.
Karena itu, setiap KPM tidak otomatis memperoleh nominal yang sama.
Besaran bantuan tetap menyesuaikan kebutuhan, kondisi ekonomi, serta komponen keluarga. Misalnya, pemerintah dapat mempertimbangkan keberadaan anak sekolah, balita, atau lansia dalam keluarga penerima.
Pemerintah Siapkan Sistem Digital dan AI
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan integrasi data melalui konsep Digital Single ID dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Teknologi tersebut di harapkan membantu proses pencocokan, pemutakhiran, dan verifikasi data penerima bansos.
Dengan sistem yang lebih terintegrasi, pemerintah menargetkan penyaluran bantuan dapat berlangsung lebih tepat sasaran.
Namun demikian, penerapan sistem digital tetap berlangsung secara bertahap melalui uji coba dan penyelarasan data.
Oleh karena itu, masyarakat yang sudah atau akan menerima bansos perlu memastikan NIK, data keluarga, status kepesertaan, serta rekening penerima tetap aktif dan sesuai.
Pada akhirnya, angka Rp5,4 juta harus di pahami sebagai estimasi rata-rata akumulasi berbagai jenis bansos dan subsidi, bukan nominal bantuan tunai yang otomatis masuk ke rekening setiap penerima.







