Kebutuhan 16 Ribu Ahli Gizi, Pemerintah Perluas Kriteria Rekrutmen

Makan Gizi Gratis Bagi Siswa
WARTAFLASH.COM,JAKARTA – Pemerintah mengambil langkah cepat dan tidak biasa demi memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan tanpa hambatan. Kekurangan tenaga ahli gizi yang semakin terasa mendorong pemerintah untuk membuka pintu lebih lebar: kini lima jurusan S1 di bidang kesehatan resmi dapat mengisi posisi ahli gizi di dapur Sentra Penyedia Pangan Gizi (SPPG).
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan bahwa kebutuhan ahli gizi jauh lebih besar dibanding jumlah lulusan yang tersedia. Karena itu, pemerintah memperluas peluang.
“Kalau ahli gizi enggak ada, boleh Sarjana Kesehatan Masyarakat. Mereka belajar gizi. Begitu juga Sarjana Teknologi Pangan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (3/12/2025).
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, merinci lima program studi yang kini memenuhi syarat:
-
S1 Ilmu Gizi
-
S1 Kesehatan Masyarakat
-
S1 Teknologi Pangan
-
S1 Pengolahan Makanan
-
S1 Keamanan Pangan
Meski begitu, ia menegaskan bahwa setiap SPPG tetap wajib memiliki seorang ahli gizi, apa pun latar belakang keilmuannya. Saat ini terdapat 16.630 dapur MBG, yang berarti kebutuhan ahli gizi juga mencapai 16.630 orang,angka yang sangat besar untuk dipenuhi dalam waktu singkat.
BGN memastikan program Makan Bergizi Gratis akan mulai digulirkan awal Januari 2026. Uniknya, program ini akan langsung menggerakkan ekonomi sejak hari pertama, bahkan sebelum kementerian lain memulai belanja tahunan mereka.
“Dalam satu hari bulan Januari nanti, kami akan menggunakan uang Rp 900 miliar,” kata Dadan dalam Rapimnas KADIN di Jakarta, Senin (1/12/2025).
Dana besar ini akan mengalir langsung ke SPPG, yang ditargetkan 24 ribu unit rampung pada akhir Desember 2025. Dengan sistem pencairan cepat, tidak ada waktu jeda: begitu tahun baru dimulai, dapur MBG bisa langsung memasak dan mendistribusikan makanan.






