Buronan Red Notice Rumania Ditangkap di Bali Setelah Menikah Siri

Buronan Red Notice Rumania Ditangkap di Bali Setelah Menikah Siri

Anggota Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Bali menggiring subjek red notice asal Rumania Zuleam Costinel Cosmin (33) menuju mobil tahanan di Kantor Polda Bali Denpasar. ANTARA/Rolandus Nampu

WARTAFLASH.COM,BALI – Seorang buronan internasional asal Rumania, Zuleam Costinel Cosmin (33), akhirnya dibekuk polisi Indonesia setelah bersembunyi di Bali dengan status menikah siri dengan seorang Warga Negara Indonesia (WNI). Cosmin masuk daftar buronan “Red Notice” Interpol terkait kasus pembunuhan dan perampokan di Rumania.

Kepala Bagian Kejahatan Internasional (Kabagjatranin) Set NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri, Komisaris Besar Polisi Ricky Purnama, mengungkapkan bahwa Cosmin selama di Bali menjalani kehidupan yang tertutup. Ia jarang terlihat di luar rumah dan bergantung sepenuhnya pada penghasilan istri sirinya.

“Yang bersangkutan berusaha untuk tidak terlalu mencolok. Penghasilan yang menopang kehidupannya justru dari pasangannya,” jelas Ricky, Selasa (20/1/2026), saat konferensi pers di Denpasar.

Menariknya, sang istri siri tidak mengetahui status asli Cosmin sebagai buronan paling dicari di Rumania dan Eropa. “Pada saat penangkapan, pasangannya sama sekali tidak menyadari bahwa Cosmin adalah DPO internasional,” kata Ricky.

Penangkapan Cosmin dilakukan setelah operasi gabungan yang berlangsung empat hari, melibatkan NCB Interpol, Polda Bali, Polresta Denpasar, dan Polres Gianyar. Dari pantauan di lapangan, Cosmin digiring dari gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bali menuju mobil tahanan dengan rompi oranye dan tangan diborgol, terlihat menghindari sorotan kamera wartawan.

Menurut SES NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri, Brigjenpol Untung Widyatmoko, Cosmin dilacak hingga ke Indonesia setelah NCB Bucharest Rumania melakukan koordinasi. “Malam ini yang bersangkutan akan diterbangkan ke Rumania dan dijadwalkan tiba esok hari dengan selamat,” ujarnya.

Kasus ini menjadi bukti nyata kerja sama internasional antarpolisi dalam menangkap buronan berprofil tinggi, sekaligus pengingat bagi para DPO bahwa tidak ada tempat aman untuk bersembunyi.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *