Lebih dari Sekadar Kenyang, Ini Makanan dengan Kandungan Gizi Tinggi

Selada air / Nasturtium officinale/ watercress (Foto : Harry Zardi RRI )
WARTAFLASH.COM,JAKARTA – Ragam pilihan makanan yang tersedia saat ini memang semakin luas. Namun, kondisi tersebut kerap membuat masyarakat kesulitan menentukan jenis asupan gizi yang paling dibutuhkan tubuh setiap hari. Protein, serat, vitamin, dan mineral sama-sama memegang peranan penting, sehingga pola makan seimbang menjadi kunci utama menjaga kesehatan.
Untuk membantu menjawab kebingungan tersebut, para peneliti melakukan kajian terhadap lebih dari 1.000 jenis bahan makanan mentah. Analisis tersebut bertujuan menilai kepadatan nutrisi setiap makanan serta kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan gizi harian secara optimal.
Dari penelitian itu, ditemukan sejumlah makanan dengan kandungan nutrisi tinggi yang dinilai layak dikonsumsi secara rutin karena manfaat kesehatannya. Berikut beberapa di antaranya, sebagaimana dirangkum dari BBC, Sabtu (31/1/2026).
Almond
Almond dikenal sebagai sumber lemak sehat, khususnya asam lemak tak jenuh tunggal, serta vitamin E. Kombinasi nutrisi ini berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung dan mengendalikan kadar kolesterol. Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi almond secara rutin dapat menurunkan kolesterol jahat (LDL) sekaligus meningkatkan kolesterol baik (HDL).
Sebuah studi yang melibatkan 77 orang dewasa dengan risiko penyakit kronis menemukan bahwa konsumsi almond setara 320 kalori per hari selama 12 minggu berdampak pada perbaikan kesehatan usus dan penurunan peradangan. Penelitian lain pada 2022 juga menunjukkan bahwa almond, baik dalam bentuk utuh maupun bubuk, dapat meningkatkan asupan serat, kalium, serta lemak sehat. Konsumsi almond juga dikaitkan dengan peningkatan butirat, senyawa penting yang mendukung kesehatan dinding usus dan keseimbangan mikrobiota.
Sawi Swiss
Sawi Swiss merupakan salah satu sayuran hijau dengan kandungan senyawa unik bernama betalain. Senyawa ini bersifat neuroprotektif dan diyakini mampu melindungi sistem saraf sekaligus memperlambat proses penuaan.
Presiden sekaligus Direktur Medis Angiogenesis Foundation, William Li, menyebutkan bahwa sawi Swiss mengandung nitrat alami yang membantu pembentukan oksida nitrat dalam tubuh. Zat ini berperan meningkatkan aliran darah, menurunkan tekanan darah, serta menjaga kesehatan pembuluh darah. Selain itu, sawi Swiss juga kaya polifenol seperti quercetin dan kaempferol yang bersifat antioksidan, serta mengandung magnesium, vitamin K, dan lutein yang mendukung kesehatan mata dan fungsi otak.
Selada Air
Masih dari kelompok sayuran hijau, selada air termasuk keluarga brassica bersama brokoli, kubis, dan kale. Sayuran ini mengandung beragam vitamin, seperti vitamin B kompleks, vitamin C, dan vitamin E, serta mineral penting seperti kalsium, magnesium, dan zat besi.
Selada air juga kaya akan lutein dan beta-karoten yang berperan menjaga kesehatan mata dan memperkuat sistem imun. Konsumsi selada air secara rutin dikaitkan dengan penurunan peradangan dan kadar kolesterol jahat, sehingga membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes.
Daun Bit
Bagian lain dari sayuran yang sering terabaikan adalah daun bit. Selama ini, bit lebih dikenal dari umbinya, sementara daunnya kerap dibuang. Padahal, daun bit menyimpan beragam nutrisi penting.
Daun bit mengandung kalsium, zat besi, vitamin K, serta vitamin B kompleks, terutama riboflavin. Kebiasaan budaya disebut menjadi salah satu alasan mengapa daun bit jarang dikonsumsi, meskipun kandungan gizinya tak kalah dibanding bagian akarnya. Fenomena ini juga terjadi pada berbagai jenis sayuran lain, di mana bagian daun sering luput dari perhatian dalam pola makan sehari-hari.






