30 Ribu Rumah Tanpa Listrik, Banjir dan Pohon Tumbang Kepung Selandia Baru

30 Ribu Rumah Tanpa Listrik, Banjir dan Pohon Tumbang Kepung Selandia Baru

Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang sepanjang Senin (16/2/2026), melumpuhkan Selandia Baru. (Foto: RNZ).

WARTAFLASH.COM,SELANDIA BARU – Cuaca ekstrem melanda Pulau Utara Selandia Baru pada Senin (16/2/2026), memicu banjir luas dan pemadaman listrik besar-besaran. Hujan deras yang disertai angin berkecepatan tinggi menyebabkan kerusakan infrastruktur di sejumlah wilayah dan memaksa ribuan warga menghadapi kondisi darurat.

Menurut laporan Radio New Zealand (RNZ), lebih dari 30.000 properti terdampak pemadaman listrik setelah jaringan transmisi rusak akibat tertimpa pepohonan dan diterjang angin kencang.

Perusahaan penyedia listrik Powerco melaporkan sedikitnya 23.000 gangguan di seluruh jaringan mereka. Sekitar 10.000 di antaranya terjadi di ibu kota, Wellington, yang menjadi salah satu wilayah paling terdampak.

Angin kencang dilaporkan merobohkan banyak pohon besar, memutus kabel listrik, serta merusak fasilitas umum. Di sejumlah kawasan semi-pedesaan, genangan air meluas hingga merendam rumah-rumah warga. Beberapa ruas jalan juga dilaporkan ambles dan tidak dapat dilalui akibat tergerus arus banjir.

Pemerintah daerah menetapkan status darurat di lima distrik terdampak, yakni Manawatu, Rangitikei, Tararua, Waipa, dan Otorohanga. Langkah ini diambil untuk mempercepat koordinasi penanganan darurat serta distribusi bantuan kepada warga terdampak.

Wilayah Manawatu-Whanganui dilaporkan menghadapi situasi paling serius, dengan sejumlah titik mengalami banjir parah. Sementara itu, di Masterton, tepatnya di kawasan Lincoln Road, aparat melakukan evakuasi warga karena risiko pohon tumbang yang mengancam keselamatan.

Asisten Komandan Wilayah Wairarapa, Ian Wright, menyatakan bahwa banyak pohon berakar dangkal di area tersebut menjadi sangat tidak stabil akibat tanah yang jenuh air. “Demi keselamatan warga, kami menutup akses jalan dan melakukan evakuasi sebagai langkah pencegahan,” ujarnya.

Hingga kini, otoritas setempat masih melakukan pemantauan intensif dan mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi longsor, banjir susulan, serta gangguan listrik yang belum sepenuhnya pulih.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *