Viral! Anggota DPRD Jember Diduga Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Sanksi

Viral! Anggota DPRD Jember Diduga Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Sanksi

Anggota DPRD Jember, Achmad Syahri Assidiqi merokok dan bermain game saat meeting. Foto: Dok. Istimewa

WARTAFLASH.COM,JEMBER – Aksi anggota DPRD Jember, Achmad Syahri Assidiqi, menjadi sorotan publik setelah diduga merokok dan bermain gim di tengah jalannya rapat resmi. Perilaku tersebut memicu kritik dan berpotensi berujung pada sanksi disiplin dari lembaga dewan maupun partai politik yang menaunginya.

Ketua DPRD Jember yang juga Ketua DPC Partai Gerindra, Ahmad Halim, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa kasus ini akan ditindaklanjuti melalui mekanisme Badan Kehormatan (BK) DPRD.

“Kami atas nama pimpinan DPRD menyampaikan permohonan maaf. Kami akan proses karena ini menyangkut etika lembaga DPRD dan akan kami tegur yang bersangkutan karena tidak menerapkan prinsip kedisiplinan, etika, dan attitude di ruang rapat,” ujar Halim, Selasa (12/5/2026).Dikutip dari Kumparan

Menurutnya, BK DPRD akan melakukan kajian untuk menentukan bentuk sanksi yang tepat, mulai dari administratif hingga sanksi disiplin lainnya.

“Prosesnya akan di BK nanti dikaji seperti apa. Secara kelembagaan akan ada sanksi administratif dan sanksi disiplin,” tambahnya.

Selain itu, Fraksi Partai Gerindra juga disebut akan mengambil langkah internal untuk memberikan pembinaan kepada Syahri, yang disebut masih belum mengikuti pendidikan kaderisasi partai secara penuh.

“Termasuk kami dari Fraksi Gerindra akan memproses. Karena dia anggota baru yang belum mengikuti pendidikan kaderisasi di Hambalang,” jelas Halim.

Peristiwa tersebut terjadi saat rapat dengar pendapat Komisi D DPRD Jember bersama Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, Dinas Sosial, serta sejumlah Puskesmas. Agenda rapat membahas isu kesehatan masyarakat seperti campak dan stunting.

Di tengah sorotan publik, Achmad Syahri Assidiqi sempat menyatakan akan memberikan klarifikasi. Namun hingga kini, pernyataan resmi yang dijanjikan belum disampaikan kepada publik.

“Nanti saya kabari tempat dan waktunya kalau saya akan membuat tanggapan,” ujar Syahri sebelumnya.

Sementara itu, gim yang dimainkan dalam insiden tersebut diketahui merupakan permainan daring berbasis strategi pembangunan dan perang, yang memungkinkan pemain mengelola sumber daya serta melakukan interaksi kompetitif dengan pemain lain.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *