742 Prajurit TNI Siap Dikirim ke Lebanon, Dukung Misi Perdamaian PBB

742 Prajurit TNI Siap Dikirim ke Lebanon, Dukung Misi Perdamaian PBB

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman bersama Menko Polkam Djamari Chaniago, Menteri Luar Negeri Sugiono, hingga Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Iwan Bambang Setiawan memastikan secara langsung kesiapan ratusan pasukan perdamaian yang akan segera ditugaskan ke Lebanon, di PMPP TNI di Sentul, Bogor, Senin, 11 Mei 2026 (Foto: dokumentasi/KSP)

WARTAFLASH.COM,JAKARTA – Sebanyak 742 prajurit TNI dipastikan siap diberangkatkan ke Lebanon dalam rangka misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ratusan personel tersebut dijadwalkan bertolak pada 22 Mei 2026 untuk menggantikan pasukan TNI yang saat ini masih bertugas di wilayah tersebut.

Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, menyampaikan kesiapan itu usai melakukan peninjauan pasukan di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI (PMPP TNI), Sentul, Bogor, Senin (11/5/2026). Kunjungan tersebut turut didampingi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago.

“Saya lihat pasukan sudah siap. Tentunya ini adalah misi PBB, tetapi yang lebih penting adalah mengemban misi bangsa Indonesia,” ujar Dudung.

Dalam kesempatan itu, Dudung memastikan seluruh prajurit telah mendapatkan pembekalan lengkap sebelum diberangkatkan ke daerah misi. Ia menekankan pentingnya aspek keselamatan selama menjalankan tugas di wilayah operasi yang memiliki risiko tinggi.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik Indonesia di kancah internasional. Menurutnya, prajurit TNI selama ini dikenal memiliki karakter disiplin, humanis, serta mampu membangun hubungan baik dengan masyarakat di wilayah misi perdamaian.

“Karena misi perdamaian ini, khususnya tentara Indonesia sangat diidam-idamkan di sana karena keramahannya, kepeduliannya, dan keseriusannya dalam melaksanakan tugas,” katanya.

Dudung juga meminta doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar misi tersebut berjalan lancar dan seluruh personel dapat kembali ke tanah air dengan selamat setelah menyelesaikan tugas.

“Kepada seluruh rakyat Indonesia, mohon doa restu, semoga seluruh pasukan ini menjalankan tugas dengan lancar dan kembali dengan selamat,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sugiono turut memberikan pengarahan kepada para prajurit. Ia menegaskan bahwa meski bertugas dalam misi penjaga perdamaian, para personel tetap harus waspada terhadap dinamika dan risiko di wilayah operasi.

Pemerintah berharap kehadiran kontingen TNI dalam misi PBB tersebut dapat kembali memberikan kontribusi positif bagi upaya perdamaian dunia serta memperkuat citra Indonesia di mata internasional.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *