Anggaran Dipangkas 70 Persen, Program Siaga Bencana di Kerinci Terhenti

Anggaran Dipangkas 70 Persen, Program Siaga Bencana di Kerinci Terhenti

Desa Tangguh Bencana,Photo Istimewa

WARTAFLASH.COM,KERINCI – Dampak efisiensi anggaran mulai terasa nyata di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Kerinci. Sejumlah program yang sebelumnya telah dirancang kini terpaksa dihentikan, termasuk program penting di sektor penanggulangan bencana.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kerinci, Dedi Andizal, mengungkapkan bahwa instansinya mengalami pemangkasan anggaran hingga 70 persen. Kondisi ini berdampak langsung pada batalnya sejumlah kegiatan strategis, seperti edukasi kebencanaan kepada masyarakat serta rencana pembentukan Desa Tangguh Bencana pada tahun 2026.

“Pengurangan anggaran ini tentu sangat berpengaruh. Beberapa program yang sudah direncanakan terpaksa tidak bisa dilaksanakan,” ujar Dedi, Senin (6/4).

Menurutnya, situasi ini menjadi perhatian serius mengingat Kabupaten Kerinci merupakan wilayah yang rawan bencana, mulai dari banjir bandang, tanah longsor hingga angin kencang. Minimnya program edukasi dan mitigasi dikhawatirkan akan menurunkan tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.

Saat ini, baru sekitar 24 desa yang berstatus Desa Tangguh Bencana dari total 285 desa di Kerinci. Program tersebut sebelumnya dinilai efektif karena mampu membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat, bahkan sebelum tim penolong tiba.

“Desa Tangguh Bencana ini sangat penting, karena masyarakat menjadi garda terdepan saat bencana terjadi,” tambahnya.

Namun, dengan adanya efisiensi anggaran, perluasan program tersebut kini terhambat. Padahal, peningkatan kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana dinilai sangat krusial untuk mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan.

Kondisi ini memunculkan harapan agar pemerintah dapat mencari solusi alternatif, sehingga program-program vital penanggulangan bencana tetap berjalan demi menjaga keselamatan masyarakat, khususnya di daerah rawan seperti Kerinci.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *