BMKG Peringatkan Potensi Dampak Musim Penghujan

BMKG Peringatkan Potensi Dampak Musim Penghujan

Ilustrasi Musim Hujan Credit: pexels.com/Bhabu

WARTAFLASH.COM,KERINCI – Memasuki awal Februari, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Depati Parbo Kerinci menegaskan bahwa kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh masih didominasi oleh curah hujan dengan intensitas menengah.

BMKG menjelaskan, berdasarkan hasil prakiraan cuaca, intensitas hujan yang berpotensi terjadi berada pada kisaran 51 hingga 75 milimeter. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa kedua wilayah tersebut masih berada dalam fase musim penghujan.

Prakirawan Cuaca BMKG Depati Parbo Kerinci, Ferita Nadya Putri, menyampaikan bahwa meskipun intensitas hujan tergolong menengah, dampaknya tetap perlu diantisipasi, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana.

“Curah hujan dengan intensitas menengah masih berpeluang memicu bencana hidrometeorologi, khususnya di daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi,” jelas Ferita.Selasa (3/2/2026).

Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang, terutama saat hujan dengan durasi cukup lama.

Selain itu, BMKG Depati Parbo Kerinci juga meminta masyarakat agar rutin memantau informasi dan peringatan dini cuaca, serta segera melakukan langkah-langkah antisipasi guna mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan oleh kondisi cuaca ekstrem.

BMKG memastikan akan terus memantau perkembangan cuaca dan menyampaikan informasi terkini kepada masyarakat sebagai upaya mitigasi bencana di wilayah Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *