Danantara Siapkan Proyek Waste to Energy di Tiga Kota

ILUSTRASI. Danantara menargetkan 28 PSEL beroperasi penuh akhir 2027/awal 2028.
WARTAFLASH.COM,JAKARTA – Danantara Indonesia tengah mempercepat pengembangan tiga proyek Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang berlokasi di Bali, Bekasi, dan Bogor. Proyek ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sistem pengelolaan sampah terpadu di berbagai daerah.
Director of Investment Danantara Investment Management sekaligus Lead Waste to Energy, Fadli Rahman, menyampaikan bahwa tahapan persiapan proyek sudah berjalan, bahkan beberapa di antaranya telah memasuki proses pematangan lahan. Ia menargetkan konstruksi fisik dapat dimulai pada akhir Juni 2026.
Menurut Fadli, setiap proyek PSEL membutuhkan investasi besar, yakni berkisar antara Rp2,5 triliun hingga Rp2,8 triliun. Dalam struktur pembiayaan, Danantara melalui entitas Denera memegang 30% kepemilikan, sementara sisanya sebesar 70% dimiliki oleh mitra strategis. Pendanaan proyek akan menggabungkan skema utang dan penyertaan modal.
Untuk pengembangan proyek, Danantara menggandeng mitra internasional. Di Bali dan Bogor, perusahaan bekerja sama dengan Zhejiang Weiming Environment Protection Co. Ltd., sedangkan proyek di Bekasi melibatkan Wangneng Environment Co., Ltd..
Ketiga proyek ini ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada rentang akhir 2027 hingga awal 2028. Danantara menilai proyek ini akan menjadi fondasi penting bagi pengembangan pengolahan sampah berbasis energi di Indonesia.
Sementara itu, Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara, Rohan Hafas, mengungkapkan bahwa perusahaan tengah menyiapkan tahap berikutnya. Danantara berencana membuka peluang kerja sama untuk proyek PSEL di 25 kota dalam batch kedua.
Ia menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap mitra dari dalam maupun luar negeri, selama memenuhi persyaratan yang ditetapkan, mulai dari rekam jejak perusahaan, kemampuan teknis, hingga kekuatan finansial.
Dengan ekspansi ini, Danantara menargetkan pengelolaan sampah modern dapat menjangkau lebih banyak wilayah, termasuk sebagian besar ibu kota provinsi di Indonesia.
Sumber:Kontan.co.id







