Dari Cat hingga Properti, Emiten Tanoko Tancorp Dominasi Pergerakan Bursa

Foto: Foto: Dok Pribadi Hermanto Tanoko, detik.com
WARTAFLASH.COM,JAKARTA – Nama Hermanto Tanoko kembali bergaung di lantai bursa. Sosok yang dikenal sebagai pendiri Tancorp Group ini bukan hanya konglomerat yang piawai membangun merek, tapi juga maestro yang jeli menempatkan bisnisnya di sektor-sektor strategis. Dari cat, air minum dalam kemasan, keramik, farmasi, retail hingga properti,perusahaan-perusahaan yang berada dalam orbit Tanoko tampak memberi warna berbeda di Bursa Efek Indonesia sepanjang 2025.
Tahun ini, deretan emiten yang berada di bawah ekosistem bisnis Tanoko tampil dengan dinamika yang kontras. Ada yang terbang tinggi, ada yang tersendat, namun semuanya sama: menjadi perhatian investor.
Dan di antara semuanya, satu nama mencuri sorotan paling terang,RISE, yang naik lebih dari 1.100% dan menjelma menjadi salah satu saham paling fenomenal tahun ini.
Berikut potret unik dari sembilan emiten yang berada dalam jejaring bisnis Hermanto Tanoko.
- RISE – Si Roket Properti yang Melejit Tak Terbendung
PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) sukses menjadi bintang panggung tahun ini. Harga sahamnya menanjak ke Rp12.825, melonjak 1.151% YTD, membuatnya jadi salah satu kenaikan paling agresif di 2025.
Yang menarik, RISE juga mengusulkan pembagian lebih dari 5,2 miliar saham bonus dengan rasio 1:4, yang akan diputuskan dalam RUPSLB 8 Januari 2026. Investor hanya perlu menunggu, tidak perlu menebus apa pun—saham bonus bakal otomatis masuk ke portofolio.
- BLES – Bata Ringan, Kinerja Solid Meski Saham Koreksi
PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES) sedang mengalami tekanan harga saham, terkoreksi -34,02% YTD ke level Rp161. Namun secara fundamental, perusahaan masih memamerkan kekuatan lewat laba Rp49 miliar hingga kuartal III 2025. Bisnis bata ringan Blesscon tetap melaju stabil mengikuti kebutuhan konstruksi nasional.
- CLEO – Jaringan AMDK Raksasa yang Sedang Konsolidasi
PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) turun cukup tajam—-35,24% YTD ke Rp510. Meski begitu, CLEO justru makin agresif membangun pabrik baru dan memperluas lini produk. Masuknya CLEO ke FTSE GEIS dan MSCI Small Cap Index menjadi tanda bahwa perusahaan ini masih dipercaya investor global.
- ZONE – Saham Terkoreksi, Bisnis Justru Melebar
PT Mega Perintis Tbk (ZONE) bergerak di bisnis teknologi dan digital, namun sahamnya terkoreksi -34,55% ke Rp540. Meski begitu, manajemen justru membuka jalur baru dengan masuk ke bisnis retail alas kaki—terobosan yang menunjukkan keberanian diversifikasi.
- CAKK – Keramik Menguat, Laporan Keuangan Masih Berat
PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk (CAKK) justru mencatat kenaikan saham 19,33% YTD ke Rp179. Namun berbanding terbalik dengan pergerakan harga, perusahaan mencatat rugi bersih Rp30,2 miliar—meningkat dari rugi tahun lalu. Sektor bangunan yang mulai pulih menjadi angin segar bagi CAKK.
- AVIA – Sang Raja Cat Tetap Stabil dan Dermawan
PT Avia Avian Tbk (AVIA), produsen cat terbesar di Indonesia, naik 16,50% YTD ke Rp466. Perusahaan juga membagikan dividen interim Rp11 per saham atau total sekitar Rp600 miliar. AVIA tercatat masuk dalam indeks global FTSE dan MSCI Small Cap—prestasi yang mempertegas kualitasnya.
- DEPO – Distribusi Bahan Bangunan yang Konsisten Tumbuh
PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) tumbuh 29,03% YTD ke Rp320. Ekspansi gerai baru dan penguatan distribusi membuat prospeknya cerah. Dividen tunai Rp28,52 miliar juga telah disetujui untuk dibagikan pada 24 Juli 2025.
- PEVE – Farmasi Melaju Kencang, Saham Melonjak 80%
PT Penta Valent Tbk (PEVE) menjadi salah satu performer terbaik dengan kenaikan 80,36% YTD ke Rp505. Manajemen memasang target agresif: penjualan naik 17% dan laba 40%. PEVE bahkan meluncurkan merek baru NOMBY dan menyiapkan produk probiotik, sambil memperkuat jaringan distribusi.
- MERI – Pendatang Baru yang Langsung Melakukan Ekspansi
PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI) naik 60,94% YTD ke Rp206 setelah IPO pada Juli 2025. Perusahaan langsung tancap gas dengan membentuk anak usaha baru di bidang penunjang pendidikan, menandai strategi ekspansi yang progresif.
Dari sembilan perusahaan tersebut, Hermanto Tanoko tercatat sebagai penerima manfaat akhir (ultimate beneficial owner/UBO) untuk enam emiten:
- RISE
- CLEO
- AVIA
- CAKK
- DEPO
- PEVE
Sementara untuk BLES, ZONE, dan MERI, kepemilikan Tanoko berada melalui Tancorp Investama,menandakan pengaruhnya tetap kuat meski tidak tercatat sebagai UBO langsung.
Sumber: CNBC






