Berikut sejumlah sosok kriminal dunia yang dikenal karena kecerdikannya dalam menghindari hukuman.
Albert Spaggiari dikenal sebagai perampok bank paling legendaris di Prancis. Ia menjadi otak perampokan besar dengan perencanaan rapi. Saat akhirnya tertangkap dan dihadapkan ke pengadilan, Spaggiari melakukan aksi tak terduga. Ia menyerahkan bukti palsu, lalu melompat keluar jendela ruang sidang menuju sepeda motor yang sudah disiapkan. Sejak saat itu, ia menghilang dan tidak pernah dipenjara hingga meninggal dunia akibat kanker tenggorokan.
Di Amerika Serikat, nama Carl Gugasian mencuat sebagai perampok bank dengan latar belakang akademik tinggi. Bergelar doktor statistik, Carl berhasil merampok lebih dari 50 bank selama tiga dekade. Ia baru tertangkap pada 2002, bukan karena kesalahan sendiri, melainkan karena tempat persembunyiannya ditemukan secara tak sengaja oleh anak-anak yang sedang bermain di sekitar saluran air.
Sementara itu, Kanada memiliki Gerald Blanchard yang dijuluki sebagai otak kriminal paling canggih. Salah satu aksinya yang paling terkenal adalah pencurian permata bersejarah Austria, Star of Empress Sisi, dari Istana Schonbrunn di Wina. Blanchard menukar permata asli dengan replika tanpa terdeteksi. Setelah menjalani hukuman, ia justru beralih profesi menjadi konsultan keamanan.
Nama Eugene-Francois Vidocq juga tak kalah unik. Mantan narapidana asal Prancis ini dikenal sangat kreatif dalam dunia kriminal. Namun, hidupnya berbalik arah ketika ia menjadi informan polisi dan membantu membangun sistem kepolisian modern di Prancis. Vidocq bahkan sering disebut sebagai pelopor profesi detektif swasta.
Kisah tak biasa juga datang dari Jeffrey Allen Manchester. Ia berhasil kabur dari penjara dan bersembunyi selama berbulan-bulan di sebuah toko mainan Toys “R” Us. Dengan menyamar sebagai jemaat gereja yang taat, Jeffrey membaur dengan masyarakat, bahkan memiliki kekasih. Ia akhirnya tertangkap setelah rencana kejahatan barunya terbongkar dan orang terdekatnya melapor ke polisi.
Kisah-kisah ini menunjukkan bahwa kejahatan tak selalu dilakukan dengan kekerasan semata. Namun pada akhirnya, kecerdikan yang disalahgunakan tetap membawa konsekuensi, sekaligus menjadi pengingat bahwa hukum cepat atau lambat akan menemukan jalannya.