Fakta Baru Kasus Jenazah Lansia di Kebun Kelapa Tanjab Timur Terungkap

ilustrasi – Perkebunan kelapa
WARTAFLASH.COM,TANJABTIMUR – Kasus penemuan jenazah pria lanjut usia di perkebunan kelapa Desa Siau Dalam, Kecamatan Muarasabak Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, mulai terungkap. Korban diketahui bernama Lambak (75), yang ditemukan meninggal dunia pada Senin (19/1/2026).
Anak korban, Yuleng, mengungkapkan kesaksiannya saat menyaksikan langsung proses evakuasi jasad ayahnya dari lokasi kejadian. Ia mengatakan kondisi tubuh korban sudah mengalami perubahan signifikan.
“Bapak ditemukan dalam posisi tengkurap. Badannya sudah membengkak dan wajahnya menghitam,” ujar Yuleng.
Ia juga menyebutkan, saat ditemukan, tangan kanan korban masih menggenggam sebilah golok, sementara sarung yang biasa dikenakan korban masih terikat di pinggang sebelah kiri. Temuan tersebut menimbulkan sejumlah pertanyaan terkait penyebab kematian Lambak.
Selama ini, Lambak diketahui tinggal seorang diri di pondok kebun kelapanya. Untuk beraktivitas dan keluar masuk lokasi kebun, korban menggunakan sebuah perahu kecil atau pompong dengan menyusuri sungai.
Yuleng menuturkan, pihak keluarga sempat mendatangi pondok kebun pada Minggu (18/1/2026). Saat itu, pompong milik korban masih berada di lokasi, namun Lambak tidak ditemukan. Keluarga hanya menemukan sepasang sandal milik korban.
“Kami sudah cari, tapi orang tua tidak ada. Sejak itu kami semakin khawatir,” ungkapnya.
Sebelumnya, warga setempat digegerkan dengan penemuan sesosok mayat lansia di tengah perkebunan kelapa pada Senin pagi. Penemuan tersebut berawal dari laporan orang hilang yang disampaikan keluarga ke Polsek Muarasabak Timur setelah korban tidak dapat dihubungi selama beberapa hari.
Kapolsek Muarasabak Timur, AKP Candra Adinata, mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan pencarian di sekitar pondok korban yang berada di kawasan Parit I Desa Siau Dalam.
“Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia dan posisi tubuh terungkup. Saat itu juga tercium bau menyengat yang mengindikasikan korban telah meninggal beberapa hari sebelumnya,” jelas AKP Candra.
Ia menambahkan, korban memang dikenal hidup menyendiri dan jarang berinteraksi dengan warga sekitar. Keluarga mulai kehilangan kontak sekitar empat hari sebelum laporan dibuat.
Jenazah Lambak kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Jambi untuk dilakukan visum. Hingga kini, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis guna memastikan penyebab pasti kematian korban.
“Kami masih melakukan pendalaman, termasuk mengamankan barang bukti dan meminta keterangan saksi. Semua akan dipastikan setelah hasil visum keluar,” tutup AKP Candra Adinata.
Sumber: Jambiindependt






