Jalan Ambles di Bantul, 400 Warga Terancam Terisolasi

Jalan ambles di Pedukuhan Kedungmiri, Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Sabtu, 22 November 2025. (Beritasatu).
WARTAFLASH.COM,BANTUL – Hujan deras pada Jumat (21/11/2025) sore menyebabkan jalan penghubung antarkampung di Pedukuhan Sompok dan Wunut, Bantul, Yogyakarta, ambles sepanjang sekitar 17 meter. Akibatnya, sekitar 400 warga dari dua RT terancam terisolasi.
Jalan di Padukuhan Kedungmiri, Kelurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, ini sebelumnya sudah menunjukkan retakan sejak sepekan lalu. Curah hujan tinggi membuat tanah yang labil tidak mampu menahan beban, sehingga jalan amblas. Lokasi yang berdekatan dengan Sungai Oya membuat area ini rawan longsor.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, memastikan pemerintah daerah segera mengambil langkah darurat. “Mulai 21 November hingga 14 hari ke depan, Bantul berada dalam status darurat bencana hidrometeorologi. Kami melakukan penyelamatan, termasuk pendataan balita, anak-anak, ibu hamil, dan lansia sebagai kelompok rentan,” tegas Halim.
Berbagai kebutuhan dasar warga, seperti selimut, perlengkapan mandi, dan makanan, telah dipersiapkan. Dapur umum dari Dinas Sosial Kabupaten Bantul turut mendukung penyediaan konsumsi.
Halim menambahkan, jika kondisi belum membaik dalam 14 hari, status darurat bisa diperpanjang. “Sumber dana berasal dari belanja tidak terduga karena situasi ini tidak direncanakan sebelumnya. Penetapan status tanggap darurat sangat penting untuk menjamin keselamatan warga,” ujarnya.
Status tanggap darurat ini menjadi perhatian serius bagi warga dan pemerintah setempat, mengingat potensi hujan tinggi masih bisa terjadi.






