KKP Dorong Penerapan Stelina untuk Perluas Pasar Ekspor

ILUSTRASI. Nelayan melakukan bongkar muat hasil laut di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta, Selasa (27/12/2022). KKP Fasilitasi Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan Akses Pembiayaan Rp10,49 Triliun.
WARTAFLASH.COM,JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan terus mendorong transformasi sektor perikanan nasional melalui penerapan Sistem Ketertelusuran dan Logistik Ikan Nasional (Stelina). Kebijakan ini dinilai penting untuk menjawab tantangan pasar global yang semakin menuntut transparansi dan keberlanjutan produk.
Langkah tersebut sejalan dengan perubahan standar perdagangan internasional yang kini tidak hanya menilai mutu hasil perikanan, tetapi juga menekankan kejelasan asal-usul, legalitas penangkapan, hingga proses distribusi yang ramah lingkungan.
Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf, menegaskan bahwa sistem ketertelusuran menjadi fondasi penting bagi industri perikanan modern. Ia menyebut, Stelina dirancang sebagai jawaban atas kebutuhan pasar global yang semakin ketat.
Melalui sistem ini, seluruh rantai pasok perikanan akan terdokumentasi secara terintegrasi, mulai dari aktivitas penangkapan di laut atau budidaya, hingga proses pengolahan dan distribusi ke konsumen. Transparansi ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan pasar internasional terhadap produk Indonesia.
Selain itu, penerapan Stelina juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan. Dengan sistem yang terpantau, aktivitas pemanfaatan sumber daya dapat dikendalikan agar tetap sesuai dengan kapasitas ekosistem.
Untuk mempercepat implementasi, KKP telah menggelar forum Seafood Traceability Technical Alignment and Industry Engagement Workshop pada 8 April 2026. Kegiatan tersebut menjadi wadah koordinasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya guna memperkuat penerapan sistem ketertelusuran nasional.
Pemerintah berharap, dengan adopsi Stelina yang lebih luas, produk perikanan Indonesia mampu bersaing di pasar global sekaligus memperkuat praktik industri yang transparan dan berkelanjutan.







