KPK Tegaskan Tak Ada Perbedaan Sikap dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

KPK Tegaskan Tak Ada Perbedaan Sikap dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

Gedung KPK. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.

WARTAFLASH.COM,JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi memastikan proses penyidikan dugaan korupsi dalam pengelolaan dan pembagian kuota haji di Kementerian Agama berjalan solid tanpa perbedaan sikap di internal lembaga. Seluruh pimpinan dan pejabat struktural KPK disebut telah sepakat untuk melangkah ke tahap berikutnya.

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa kesimpulan penyidik telah mengerucut dan pengumuman resmi hanya tinggal menunggu waktu.
“Penanganan perkara ini sudah satu suara, sudah final. Tinggal menunggu momentum penyampaiannya ke publik,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (8/1/2026).

Menurut Budi, konstruksi perkara telah didukung bukti yang kuat. Kendati demikian, KPK masih menanti hasil perhitungan kerugian keuangan negara dari pihak auditor sebagai pelengkap administrasi penyidikan.

KPK belum mengungkap siapa saja pihak yang akan dimintai pertanggungjawaban pidana. Namun, Budi memberi sinyal bahwa perkara ini tidak berhenti pada level teknis semata dan berpotensi menyeret pejabat tinggi, termasuk mantan menteri.

“Tidak ada keraguan dalam proses ini. Semua langkah penyidikan didasarkan pada alat bukti yang telah kami kumpulkan,” tegasnya.

Kasus ini bermula dari dugaan penyimpangan dalam pembagian tambahan kuota haji yang diberikan Arab Saudi kepada Indonesia. Pemerintah menerima alokasi tambahan sebanyak 20 ribu kuota dengan tujuan mempercepat antrean jamaah.

Sesuai ketentuan, kuota tersebut seharusnya dialokasikan 92 persen untuk haji reguler dan delapan persen untuk haji khusus. Namun, dalam praktiknya, pembagian justru dilakukan secara seimbang antara reguler dan khusus, masing-masing 50 persen, yang dinilai menyalahi aturan.

Dalam rangka pendalaman perkara, KPK telah memeriksa sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Agama. Selain itu, penyedia jasa perjalanan ibadah umrah dan haji khusus juga turut dimintai keterangan, termasuk dai sekaligus pelaku usaha travel, Ustaz Khalid Basalamah.

Sumber:Metrotv

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *