Menhaj Pastikan Haji 2026 Siap, Visa dan Kartu Nusuk Sudah Lengkap

Menhaj Pastikan Haji 2026 Siap, Visa dan Kartu Nusuk Sudah Lengkap

Visa Haji,Photo Istimewa

WARTAFLASH.COM,JAKARTA – Pemerintah memastikan seluruh persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 telah rampung. Kepastian ini disampaikan Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, saat meninjau kesiapan di Asrama Haji Cipondoh, Tangerang, Rabu (8/4/2026).

Salah satu indikator utama kesiapan tersebut adalah penerbitan visa jemaah haji yang telah mencapai 100 persen. Tak hanya itu, dokumen penting lain seperti Kartu Nusuk juga dipastikan telah tersedia seluruhnya di Indonesia dan siap didistribusikan kepada para jemaah.

“Alhamdulillah persiapan sudah selesai semua, visa sudah 100% keluar. Kartu Nusuk juga sudah 100% berada di Indonesia, tinggal dibagikan kepada jemaah dan diaktifkan sebelum keberangkatan,” ujar Irfan.

Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, jemaah haji Indonesia akan mulai masuk asrama haji pada 21 April 2026. Sementara itu, keberangkatan menuju Tanah Suci dijadwalkan dimulai sehari setelahnya, yakni 22 April 2026, secara bertahap.

Di tengah kesiapan tersebut, pemerintah juga menghadapi dinamika terkait usulan penyesuaian harga avtur dari maskapai, termasuk Garuda Indonesia, serta pihak Arab Saudi. Meski begitu, Irfan menegaskan bahwa potensi kenaikan biaya tidak akan dibebankan kepada jemaah.

“Presiden dengan tegas menyampaikan bahwa walaupun ada kenaikan, jangan dibebankan kepada jemaah haji. Ini menjadi perhatian besar pemerintah terhadap kenyamanan dan kemampuan jemaah,” tegasnya.

Menurutnya, pemerintah akan melakukan kajian ulang terhadap usulan penyesuaian biaya tersebut dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kemungkinan fluktuasi harga avtur. Koordinasi intensif juga terus dilakukan bersama DPR dan para pemangku kepentingan terkait.

Untuk menutup potensi selisih biaya, pemerintah membuka peluang penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun alternatif sumber pendanaan lainnya.

“Yang jelas, sesuai arahan presiden, tidak boleh dibebankan kepada jemaah. Pemerintah akan mencari solusi terbaik,” tambah Irfan.

Selain itu, pemerintah juga tengah mematangkan rencana penyiapan terminal khusus haji guna meningkatkan kenyamanan layanan. Dalam hal ini, Garuda Indonesia turut berperan dalam menyesuaikan penggunaan terminal keberangkatan yang selama ini digunakan.

Dengan seluruh persiapan yang telah rampung, pemerintah optimistis penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan kenyamanan maksimal bagi seluruh jemaah Indonesia.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *