Merangin Genjot Ketahanan Pangan,Panen Jagung Capai 162 Ton,

Merangin Panen Raya Jagung, Bupati M. Syukur Optimis Jadi Lumbung Pangan Jambi
WARTAFLASH.COM,MERANGIN – Pemerintah Kabupaten Merangin menunjukkan langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pengembangan lahan pertanian produktif. Hal ini terlihat saat Bupati Merangin, M. Syukur, menghadiri Panen Raya Jagung di Balai Benih Utama (BBU) Desa Sido Rukun, Kecamatan Margo Tabir, Kamis (2/4/2026).
Lahan seluas 27 hektar yang dikelola Pemkab berhasil dikonversi menjadi kebun jagung, dengan potensi produksi mencapai 5–6 ton jagung pipil per hektar. Total hasil panen diperkirakan mencapai 135–162 ton. Dari sisi ekonomi, Bulog menetapkan harga beli Rp6.300 per kilogram, sehingga nilai produksi BBU Margo Tabir diperkirakan antara Rp850 juta hingga Rp1 miliar.
Bupati M. Syukur menegaskan, keberhasilan ini merupakan bagian dari upaya luas pemerintah dalam menciptakan ketahanan pangan di Kabupaten Merangin. “Kita memiliki total 40 hektar lahan jagung yang tersebar di beberapa BBU, termasuk BBU Dusun Tuo, Jangkat, dan Sungai Manau. Selain jagung, sektor padi juga menjadi fokus, dengan luas lahan 11.692 hektar,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan anggaran untuk sektor pertanian. Dalam arahannya, Bupati meminta Kepala BPKAD menambah alokasi dana pada pos perubahan agar semua kebutuhan petani dapat terpenuhi. “Apa yang dibutuhkan, tolong dipenuhi. Jika anggaran terbatas, kita cari solusinya bersama,” tegasnya.
Kegiatan panen raya ini dihadiri jajaran Forkopimda, kepala dinas terkait, pihak Bulog, serta BPS. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi antara pemerintah dan stakeholder dalam menjaga stabilitas pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Selain jagung, BBU Margo Tabir kini juga tengah mengembangkan komoditas lain, seperti padi sawah seluas 1,8 hektar serta tanaman hortikultura, termasuk cabai dan kacang tanah, untuk menjaga diversifikasi pangan dan memperkuat ketahanan pangan lokal.
Dengan langkah ini, Merangin diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri, tetapi juga menjadi lumbung pangan strategis di Provinsi Jambi, sekaligus mendorong kesejahteraan petani melalui produktivitas yang optimal.







