Polres Demak Amankan Tiga Terduga Pelaku Pengeroyokan Anggota PSNU

Polres Demak Amankan Tiga Terduga Pelaku Pengeroyokan Anggota PSNU

Tiga pelaku pengeroyokan anggota Pencak Silat Nahdatul Ulama Pagar Nusa, saat dihadirkan dalam gelar perkara di Mapolres Demak, Selasa (30/12/2025) sore(KOMPAS.COM/NUR ZAIDI)

WARTAFLASH.COM,DEMAK – Kepolisian Resor Demak kembali mengungkap perkembangan terbaru dalam penanganan kasus pengeroyokan yang menewaskan anggota Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Kota Semarang, Muhammad Bimo Saputra (17). Kali ini, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Demak berhasil mengamankan tiga orang terduga pelaku tambahan pada Selasa (30/12/2025) pagi.

Dengan penangkapan tersebut, total terduga pelaku dalam kasus ini kini berjumlah delapan orang. Sebelumnya, polisi telah mengamankan lima orang yang sebagian di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Demak AKBP Ari Cahya Nugraha menjelaskan bahwa tiga orang yang baru diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif guna mendalami keterlibatan dan peran masing-masing dalam peristiwa tersebut.

“Untuk perkara pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, tadi malam Satreskrim Polres Demak kembali mengamankan tiga orang. Dua di antaranya merupakan anak yang berhadapan dengan hukum,” ujar Ari dalam konferensi pers di Mapolres Demak, Selasa (30/12/2025).

Ia menambahkan, penyidik masih melakukan pengembangan sehingga detail peran ketiga terduga pelaku belum dapat disampaikan ke publik. “Masih kami dalami. Peran masing-masing akan kami sampaikan setelah pemeriksaan selesai,” katanya.

Kapolres juga belum mengungkap identitas ketiga terduga pelaku yang baru ditangkap. Sementara itu, lima orang yang lebih dahulu diamankan diketahui berinisial WS (28) asal Grobogan, MB (21) warga Demak, REA (18) warga Demak, serta dua anak berhadapan dengan hukum.

Peristiwa tragis ini terjadi di kawasan flyover Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, pada Jumat (26/12/2025) dini hari. Korban sebelumnya diketahui mengikuti kegiatan kopi darat lintas daerah di lapangan Kecamatan Mranggen pada Kamis (25/12/2025) malam.

Dalam perjalanan mengantar rombongan menuju wilayah Karangawen, korban diduga berpapasan dengan sekelompok massa hingga akhirnya terjadi pengejaran dan aksi pengeroyokan. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Sementara itu, satu rekan korban berhasil menyelamatkan diri.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *