Puting Beliung Sapu Rumah Warga Tangerang

Puting Beliung Sapu Rumah Warga Tangerang

Hujan lebat disertai angin puting beliung yang melanda Kabupaten Tangerang, Banten, menyebabkan puluhan rumah rusak, Selasa, 2 Desember 2025. (Beritasatu.com/Wawan Kurniawan)

WARTAFLASH.COM,TANGERANG – Hujan lebat yang turun pada Selasa (2/12/2025) sore berubah menjadi kepanikan bagi warga Kampung Curug, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang. Angin puting beliung yang menyertai hujan deras itu datang begitu cepat, menyapu pepohonan dan merusak sejumlah rumah.

Eka, salah satu warga yang menyaksikan langsung momen menegangkan tersebut, masih mengingat jelas bagaimana suara angin tiba-tiba menggelegar.

“Angin datang pas hujan lagi deras-derasnya. Pohon mangga tumbang kena rumah warga. Warga langsung panik dan lari keluar rumah,” tutur Eka.

Beruntung, tak ada korban jiwa. Namun, beberapa rumah mengalami kerusakan pada bagian atap. Tim BPBD Kabupaten Tangerang bergerak cepat mengevakuasi pohon tumbang yang menimpa salah satu rumah.

Badai tak hanya melanda Curug. Senin (1/12/2025), sehari sebelum kejadian tersebut, angin puting beliung juga menerjang Desa Cikareo, Kecamatan Solear. Dampaknya jauh lebih besar: 32 rumah rusak, lima di antaranya luluh lantak.

Pantauan di lapangan pada Selasa menunjukkan puing-puing bangunan berserakan di tepi jalan. Potongan atap, genteng, hingga balok kayu bertumpuk di lahan kosong. Pepohonan bertumbangan, menyisakan pemandangan yang mencerminkan dahsyatnya sapuan angin.

Abel, salah seorang warga, masih syok saat menceritakan detik-detik rumahnya dihancurkan angin.

“Rumah saya hancur, atapnya terbang, barang-barang banyak yang ikut kebawa angin,” kata Abel.

Ia mengaku berada di dalam rumah ketika terpaan angin tiba-tiba menggulung atap dan merobohkan tembok.

“Saya lari keluar pas anginnya mulai ngangkat atap. Kalau telat sedikit mungkin saya ketimpa,” ujarnya.

Usai kejadian, warga terlihat memilah barang-barang yang masih selamat, sementara sebagian lainnya menata kembali sisa-sisa rumah yang rusak. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dua hari berturut-turut angin puting beliung ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem makin sering terjadi.

Warga berharap ada bantuan cepat untuk memperbaiki rumah, terutama bagi keluarga yang rumahnya rusak berat.

Bagi Tangerang, dua hari ini menjadi pelajaran bahwa badai bisa datang tanpa aba-aba—dan kesiapsiagaan menjadi kunci untuk meminimalkan korban dan kerugian.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *