Sekolah Kedinasan, Jalan Strategis Lulusan SMA/SMK Meraih Karier ASN

Sekolah Kedinasan, Jalan Strategis Lulusan SMA/SMK Meraih Karier ASN

Deretan Sekolah Kedinasan di Indonesia

WARTAFLASH.COM,JAKARTA – Menjadi aparatur sipil negara (ASN) masih menjadi pilihan karier favorit bagi banyak lulusan SMA dan SMK di Indonesia. Kepastian status pekerjaan, penghasilan yang relatif stabil, serta jenjang karier yang jelas membuat profesi ini terus diminati dari tahun ke tahun.

Salah satu jalur yang dinilai paling efektif untuk meraih cita-cita tersebut adalah melalui sekolah kedinasan. Lembaga pendidikan ini menawarkan sistem ikatan dinas, di mana lulusannya memiliki peluang besar untuk langsung diangkat sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) setelah menyelesaikan pendidikan dan masa pengabdian sesuai ketentuan instansi.

Tak heran jika jumlah pendaftar sekolah kedinasan terus meningkat setiap tahun. Menariknya, pilihan sekolah kedinasan tidak terbatas pada satu atau dua kementerian saja. Sejumlah kementerian dan lembaga negara bahkan menaungi lebih dari satu institusi pendidikan, sehingga memberikan alternatif yang lebih luas bagi calon peserta didik sesuai minat dan kemampuan masing-masing.

Berdasarkan Peraturan Menteri PANRB Nomor 20 Tahun 2021, sekolah kedinasan didefinisikan sebagai perguruan tinggi yang menerapkan pola ikatan dinas atau pembibitan. Penerimaan mahasiswa, praja, atau taruna sekolah kedinasan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ASN yang disiapkan langsung dari lulusan institusi tersebut.

Artinya, kurikulum dan pola pendidikan yang diterapkan memang dirancang khusus untuk mencetak aparatur yang sesuai dengan kebutuhan kementerian atau lembaga terkait. Berbeda dengan perguruan tinggi umum, lulusan sekolah kedinasan diwajibkan mengabdi dalam jangka waktu tertentu sesuai peraturan yang berlaku.

Proses seleksi sekolah kedinasan dilaksanakan secara terbuka, kompetitif, dan objektif, dengan menjunjung tinggi prinsip integritas serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Kementerian dan Lembaga dengan Sekolah Kedinasan Terbanyak

Kementerian Perhubungan
Kementerian Perhubungan menjadi instansi dengan jumlah sekolah kedinasan terbanyak di Indonesia. Institusi pendidikan di bawah Kemenhub tersebar di berbagai daerah dan berfokus pada bidang transportasi darat, laut, dan udara, mulai dari politeknik transportasi, pelayaran, hingga penerbangan.

  • Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI-STTD).
  • Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun.
  • Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan Tegal.
  • Politeknik Transportasi Sungai Danau Penyeberangan Palembang.
  • Politeknik Transportasi Darat Bali.
  • Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta.
  • Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar.
  • Politeknik Pelayaran Surabaya.
  • Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang.
  • Politeknik Pelayaran Sumatera Barat.
  • Politeknik Pelayaran Banten.
  • Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh.
  • Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara.
  • Politeknik Pelayaran Barombong.
  • Politeknik Pelayaran Sorong.
  • Politeknik Penerbangan Indonesia Curug.
  • Politeknik Penerbangan Makassar.
  • Politeknik Penerbangan Medan.
  • Politeknik Penerbangan Surabaya.
  • Politeknik Penerbangan Jayapura.
  • Politeknik Penerbangan Palembang

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan
Kemenimipas menaungi dua sekolah kedinasan, yakni Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) dan Politeknik Imigrasi (Poltekim), yang mencetak sumber daya manusia profesional di bidang pemasyarakatan dan keimigrasian.

Kementerian Keuangan
Kementerian Keuangan mengelola Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN). Meski hanya satu institusi, STAN dikenal sebagai sekolah kedinasan paling diminati dengan jumlah pendaftar yang selalu tinggi setiap tahun.

Kementerian Dalam Negeri
Kemendagri memiliki Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), sekolah kedinasan yang fokus pada pengembangan aparatur pemerintahan, khususnya untuk kebutuhan pemerintah daerah.

Lembaga Negara Lainnya
Selain kementerian, sejumlah lembaga negara juga menyelenggarakan pendidikan kedinasan, di antaranya Badan Pusat Statistik melalui STIS, Badan Intelijen Negara melalui STIN, BMKG melalui STMKG, serta Badan Siber dan Sandi Negara melalui Politeknik Siber dan Sandi Negara.

Dengan beragam pilihan sekolah kedinasan tersebut, lulusan SMA dan SMK memiliki peluang besar untuk menempuh jalur pendidikan sekaligus karier sebagai ASN sesuai minat dan kompetensi yang dimiliki.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *