Tujuh Pemain Naturalisasi Malaysia Dapat Penangguhan Sanksi dari CAS

Timnas Malaysia mencatatkan kemenangan telak 4-0 atas Vietnam pada laga kedua Grup F Kualifikasi Piala Asia 2027 di Stadion Nasional Bukit Jalil, Rabu (12/6/2025) malam
WARTAFLASH.COM,JAKARTA – Tujuh pemain naturalisasi Malaysia yang sempat terseret kasus dugaan pemalsuan dokumen kini mendapat angin segar untuk melanjutkan kiprah mereka di dunia sepak bola, setidaknya untuk sementara waktu.
Kepastian tersebut muncul setelah Court of Arbitration for Sport (CAS) mengabulkan permohonan penangguhan pelaksanaan sanksi yang sebelumnya dijatuhkan FIFA. Dengan keputusan ini, hukuman larangan bermain selama 12 bulan belum diberlakukan sembari menunggu putusan akhir proses banding di CAS.
Artinya, ketujuh pemain yang berstatus anggota Tim Nasional Malaysia kembali diperbolehkan terlibat dalam berbagai aktivitas sepak bola, baik bersama klub maupun tim nasional.
Kabar tersebut disampaikan secara resmi oleh Football Association of Malaysia (FAM). Dalam pernyataannya, FAM menegaskan bahwa sanksi dari FIFA tidak berlaku sementara selama proses hukum masih berjalan.
“Penangguhan ini membuat sanksi larangan 12 bulan dari seluruh aktivitas sepak bola yang dijatuhkan FIFA kepada tujuh pemain Harimau Malaya tidak diberlakukan untuk sementara,” demikian pernyataan FAM.
FAM juga menambahkan bahwa para pemain tetap memiliki hak untuk bermain dan mengikuti seluruh kegiatan sepak bola hingga CAS mengeluarkan keputusan final terkait banding yang diajukan.
Adapun tujuh pemain yang masuk dalam daftar penangguhan sanksi tersebut adalah Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel. Ketujuhnya sebelumnya telah dinyatakan melanggar regulasi oleh FIFA dan dijatuhi hukuman larangan beraktivitas di sepak bola.
Meski demikian, status mereka belum sepenuhnya aman. Masa depan ketujuh pemain tersebut masih bergantung pada hasil akhir putusan CAS yang akan menentukan apakah sanksi FIFA tetap diberlakukan atau dibatalkan secara permanen.
Sumber:Kompas






