Update Kasus Pembunuhan Kepala Cabang BRI

Muhammad Ilham Pradipta (37)

Muhammad Ilham Pradipta (37)

JAKARTA, Wartaflash.com – Pihak kepolisian terus mengejar penyelidikan terhadap kasus pembunuhan Kepala Cabang Pembantu (KCP) bank BRI, Muhammad Ilham Pradipta (37).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam, mengatakan telah ada 15 orang yang tertangkap terkait kasus pembunuhan tersebut.

Update Kasus Pembunuhan Kepala Cabang BRI

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (11/7/2025). Polisi mengungkapkan 15 orang ditangkap terkait kasus pembunuhan Kepala Cabang Pembantu (KCP) bank BRI, Muhammad Ilham Pradipta (37).

“Ada 15 orang yang diamankan,” kata Ade Ary dalam pernyataannya, Selasa (26/8/2025).

Menurut penjelasannya, Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap sembilan dari 15 orang tersebut , sementara Subdit Resmob menangkap enam orang lainnya .

Ia menjelaskan bahwa pihaknya saat ini masih melakukan pendalaman terhadap para tersangka.

“Pemeriksaan dilakukan secara hati-hati dan mendalam, memperlihatkan bukti-bukti, serta membandingkan keterangan dari orang yang diamankan dengan keterangan dari saksi lainnya,” ujarnya.

Pihak kepolisian juga sedang menggali peran masing-masing dari 15 orang tersebut dalam kasus pembunuhan Muhammad Ilham Pradipta.

“Peran masing-masing masih dalam penyelidikan dan akan diketahui secara pasti, sehingga nanti mungkin ada beberapa orang yang ditetapkan sebagai tersangka, atau ada kemungkinan lainnya.
Hal ini masih dalam penyelidikan,” tuturnya.

“Karena itu, proses ini membutuhkan waktu,” kata Ade Ary.

Muhammad Ilham Pradipta yang menjabat sebagai Kepala Cabang Pembantu sebuah bank BRI menjadi korban penculikan dan pembunuhan.

Jasad korban ditemukan oleh seorang warga yang sedang menggembala sapi di lahan pertanian di Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (21/8/2025) sekitar pukul 05.30 WIB.

Dalam kasus ini, polisi sebelumnya telah menangkap empat pelaku penculikan, yaitu berinisial AT, RS, RAH, dan RW.
Mereka ditangkap di Johar Baru, Jakarta Pusat, serta di bandara Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kemudian, polisi kembali menangkap empat orang yang berperan sebagai aktor intelektual dalam kasus tersebut, yakni berinisial C, DH, YJ, dan AA.

Keempat tersangka ini telah ditangkap pada waktu yang berbeda.

Di antaranya, DH, YJ, dan AA ditangkap pada 23 Agustus 2025 di Solo, Jawa Tengah, sedangkan C ditangkap di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, pada Minggu, 24 Agustus 2025.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *