Sapi Hibrida 1,15 Ton Ini Jadi Andalan Kurban Presiden di Iduladha 2026

Seekor sapi berbobot 1,15 ton milik peternak asal Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto pada hari raya Iduladha 2026. Sapi bernama Ambo tersebut merupakan sapi jantan jenis Brangus, yakni sapi potong hibrida asal Amerika hasil persilangan Angus dan Brahman. Sapi berusia empat tahun itu dibeli dengan harga Rp 110 juta. (Beritasatu.com/Wawan Kurniawan)
WARTAFLASH.COM,TANGERANG – Seekor sapi berukuran jumbo asal Kabupaten Tangerang, Banten, resmi terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto dalam rangka Iduladha 2026. Sapi tersebut memiliki bobot mencapai 1,15 ton dan akan disalurkan untuk masyarakat melalui Masjid Agung Al-Amjad.
Sapi bernama “Ambo” itu merupakan jenis Brangus, hasil persilangan antara Angus dan Brahman yang dikenal memiliki pertumbuhan cepat serta kualitas daging yang baik. Hewan jantan berusia empat tahun tersebut dibeli dengan nilai sekitar Rp110 juta setelah melalui proses seleksi ketat.
Pemilik sapi, Falahudin, warga Kecamatan Balaraja, mengaku tidak menyangka ternaknya bisa terpilih menjadi sapi kurban presiden. Ia menyebut telah memelihara “Ambo” sejak usia sekitar 1,5 tahun dan merawatnya secara intensif hingga mencapai ukuran jumbo seperti sekarang.
Selama masa pemeliharaan, Falahudin memberikan pakan khusus berupa konsentrat, campuran ampas tempe, serta rumput hijau berkualitas untuk menunjang pertumbuhan sapi. Perawatan harian juga dilakukan secara disiplin, termasuk memandikan sapi hingga tiga kali sehari untuk menjaga kebersihan dan kesehatan.
Selain itu, “Ambo” juga rutin menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang setiap tiga bulan sekali. Pemeriksaan tersebut meliputi uji darah, pemeriksaan kotoran, serta pemberian obat cacing dan vaksinasi untuk memastikan kelayakan sebagai hewan kurban.
Falahudin menambahkan bahwa proses seleksi hewan kurban presiden tidak hanya menilai ukuran, tetapi juga kesehatan dan kelayakan syariat. Menurutnya, semua prosedur tersebut telah dijalani “Ambo” sejak lama hingga akhirnya dinyatakan memenuhi standar.
Rencananya, sapi kurban tersebut akan diserahkan menjelang Iduladha sebelum kemudian disembelih di rumah potong hewan (RPH) Kabupaten Tangerang sesuai prosedur yang berlaku. Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Falahudin sekaligus dorongan bagi peternak lokal untuk meningkatkan kualitas ternaknya.







