Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi, mengatakan percakapan mengenai seragam terjadi beberapa hari sebelum ancaman bom muncul.
Menurut Joko, pelaku merasa tidak nyaman dengan respons yang diterimanya dari pihak sekolah sehingga memicu rasa kesal.
“Beberapa hari sebelum kejadian, ada komunikasi dengan pihak sekolah yang membahas masalah seragam sekolah. Namun, respons itu dirasakan pelaku kurang baik,” ujar Joko, Kamis (16/7/2026).
Tersinggung dengan Respons Sekolah
Joko menjelaskan, pihak sekolah sempat menyampaikan agar pelaku tidak perlu membeli seragam karena mengetahui kondisi ekonominya.
Ucapan tersebut justru membuat MY merasa tersinggung. Ia kemudian melampiaskan emosinya dengan mengirim pesan berisi ancaman bom saat kegiatan MPLS berlangsung.
“Jawabannya, ‘Sudah, tidak usah beli seragamnya, saya tahu kondisi kamu,’ seperti itu,” kata Joko.
Pelaku Mengaku Menyesal
Polisi menyebut MY tidak memperkirakan ancaman bom itu akan memicu kepanikan dan menjadi perhatian luas.
Setelah menjalani pemeriksaan, pelaku yang juga merupakan salah satu wali murid di SDN Srengseng Sawah mengaku menyesali perbuatannya.
Kasus tersebut kini masih di tangani Polres Metro Jakarta Selatan untuk proses hukum lebih lanjut.