Rusia Luncurkan Oreshnik, Industri Pertahanan Eropa Tandingi dengan Proyek Bliksem EXO

Eropa Rancang Sistem Pencegat Rudal Mandiri, Targetkan Uji Coba Teknologi Exoatmospheric Tahun Depan
WARTAFLASH.COM,BRUSSEL — Industri pertahanan Eropa mengambil langkah besar. Mereka resmi meluncurkan proyek ambisius untuk menciptakan sistem pencegat rudal mandiri. Sebenarnya, proyek ini hadir sebagai respons terhadap ancaman rudal balistik jarak menengah (IRBM) terbaru milik Rusia. Contohnya adalah sistem rudal Oreshnik yang mampu membawa hulu ledak nuklir maupun konvensional.
Oleh karena itu, lima raksasa pertahanan Benua Biru sepakat menyatukan kekuatan. Mereka adalah Thales, Airbus Defence and Space, Destinus, MBDA Deutschland, dan Safran Electronics & Defense. Selanjutnya, mereka membentuk sebuah konsorsium baru bernama Bliksem EXO.
Sementara itu, pengumuman proyek strategis ini bertepatan dengan pertemuan pertama koalisi pertahanan rudal balistik Eropa. Pertemuan baru ini melibatkan Ukraina dan sembilan negara Eropa lainnya. Namun, kehadiran Bliksem EXO hanya akan memperkuat sistem pertahanan udara NATO. Proyek ini juga tidak menggantikan inisiatif European Sky Shield (ESSI) yang sudah berjalan.
Target Uji Coba Luar Atmosfer pada 2027
Terkait hal tersebut, kelima perusahaan telah menandatangani Letter of Intent (surat pernyataan kehendak). Mereka menargetkan finalisasi kesepakatan konsorsium formal dalam tiga bulan ke depan.
Secara umum, rencana kerja proyek ini mencakup garis waktu yang ketat:
-
Agustus 2026: Memulai proses rekayasa teknologi (engineering).
-
Tahun 2027: Melakukan uji coba perdana Exoatmospheric Kill Vehicle (EKV). Ini adalah kendaraan khusus untuk mencegat dan menghancurkan rudal musuh di luar atmosfer bumi.
Pada akhirnya, melalui lompatan teknologi ini, Eropa optimistis mampu membangun benteng pertahanan udara. Sistem mandiri ini akan menghadapi ketegangan geopolitik yang terus memanas.
– sumber Airspace review







