Miris, Siswa SDN Padahayu 2 Belajar di Kelas Retak, Guru Larang Murid Dekati Tembok

SEKOLAH RUSAK – Kondisi bangunan SD Negeri Padahayu 2 di Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Banten.
WARTAFLASH.COM,BANTEN – Guru di SDN Padahayu 2, Kabupaten Pandeglang, Banten, meningkatkan pengawasan selama proses belajar mengajar. Mereka meminta siswa menjauhi bagian dinding yang mengalami retakan untuk mengurangi risiko jika bangunan mengalami kerusakan lebih parah.
Wali Kelas VI SDN Padahayu 2, Nuraeni, mengatakan kegiatan belajar hanya berlangsung di bagian depan ruang kelas yang berada dekat pintu. Ia melarang siswa duduk atau bermain di dekat tembok karena kondisi bangunan sudah mengkhawatirkan.
“Yang dekat tembok enggak boleh dipakai. Saya larang anak-anak main atau duduk di situ karena takut roboh,” ujar Nuraeni, Jumat (24/7/2026).
Dinding Retak, Plafon Rusak, Lantai Pecah
Nuraeni menjelaskan kerusakan terjadi di hampir seluruh bagian ruang kelas. Dinding dipenuhi retakan, lantai mengalami kerusakan di beberapa titik, sedangkan plafon berlubang dan mulai rapuh.
Kondisi tersebut membuat guru selalu waspada selama kegiatan belajar berlangsung. Mereka terus mengingatkan siswa agar tidak berlarian di dalam kelas demi menghindari risiko kecelakaan.
Menurut Nuraeni, kekhawatiran semakin meningkat karena bangunan berpotensi mengalami kerusakan yang lebih serius sewaktu-waktu.
Belajar Pindah Kelas Saat Hujan
Masalah tidak hanya muncul pada struktur bangunan. Atap yang bocor membuat air hujan masuk ke ruang kelas hingga menggenangi lantai.
Saat kondisi itu terjadi, guru memindahkan proses belajar ke ruang kelas lain yang masih dapat di gunakan. Langkah tersebut di lakukan agar kegiatan belajar tetap berjalan.
Siswa Belajar Duduk di Lantai
Kerusakan juga terjadi pada fasilitas belajar. Sejumlah meja dan kursi sudah tidak layak pakai sehingga siswa kelas V dan VI harus mengikuti pelajaran dengan duduk di lantai.
Salah seorang siswa kelas VI, Rifki, mengaku mengikuti arahan gurunya untuk tidak mendekati dinding yang retak. Ia memilih tetap berada di area yang di anggap lebih aman selama mengikuti pelajaran.
Kondisi ruang kelas yang rusak membuat guru dan siswa harus beradaptasi setiap hari. Mereka berharap perbaikan segera di lakukan agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
Sumber:Kompas.com







