Dugaan PETI di Sungai Penetai Kerinci, TNKS Telusuri Lokasi dan Siapkan Penegakan Hukum
KERINCI, WARTAFLASH – Dugaan aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Sungai Penetai, Kabupaten Kerinci, menjadi perhatian Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Menindaklanjuti video yang beredar di media sosial, pihak TNKS mulai melakukan penelusuran untuk memastikan kebenaran informasi tersebut sekaligus menyiapkan langkah penegakan hukum.
Video yang diunggah oleh akun media sosial Goma Ondiya itu memperlihatkan dugaan aktivitas tambang emas ilegal di wilayah tanah ulayat Depati Muaro Langkap, Tamiai, Kecamatan Batang Merangin. Lokasi tersebut disebut berada di dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).
Kepala Seksi TNKS Kerinci, David, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan petugas di lapangan untuk menelusuri informasi yang beredar. Petugas juga diminta mengumpulkan keterangan guna memastikan kondisi sebenarnya di lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas penambangan.
“Kami belum dapat kepastiannya. Saat ini petugas kami yang di Muara Emat sedang mencari informasi terkait video viral tersebut,” ujar David, Kamis (15/10/2026).
TNKS Siapkan Langkah Penegakan Hukum
Selain melakukan penelusuran lapangan, TNKS juga mulai mempersiapkan langkah penanganan hukum apabila dugaan aktivitas penambangan emas tanpa izin tersebut terbukti terjadi.
David menjelaskan, penanganan akan dilakukan dengan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan atau stakeholder terkait. Langkah ini bertujuan memastikan dugaan pelanggaran ditangani sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
“Selain itu, TNKS juga sedang mempersiapkan penanganan penegakan hukum terkait PETI bersama stakeholder terkait jika benar terjadi,” tambah David.
Dugaan PETI di Kawasan TNKS Masih Ditelusuri
Hingga saat ini, dugaan aktivitas PETI di Sungai Penetai masih dalam tahap penelusuran. Informasi mengenai lokasi dan dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu juga masih memerlukan verifikasi serta pembuktian lebih lanjut.
Pengecekan lapangan menjadi langkah penting untuk memastikan apakah aktivitas penambangan benar-benar berlangsung di kawasan konservasi.
Apabila dugaan tersebut terbukti, penegakan hukum diharapkan dapat dilakukan sesuai peraturan yang berlaku. Upaya ini juga penting untuk menjaga kelestarian hutan, melindungi ekosistem, serta mencegah kerusakan lingkungan di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat.
Masyarakat diimbau untuk menunggu hasil pemeriksaan petugas dan tidak terburu-buru menyimpulkan informasi yang belum terverifikasi.

