Sebelum, Saat, atau Setelah Makan? Ini Alasan Waktu Minum Obat Tidak Sama

Sebelum, Saat, atau Setelah Makan? Ini Alasan Waktu Minum Obat Tidak Sama

Aturan Minum Obat Tak Bisa Disamakan

WARTAFLASH.COM,JAKARTA – Obat-obatan memiliki peran penting dalam mengatasi berbagai keluhan kesehatan, mulai dari batuk, demam, flu, sembelit, hingga gangguan kulit. Namun, mengonsumsi obat tidak bisa dilakukan sembarangan. Salah satu hal penting yang kerap diabaikan adalah aturan waktu minum obat, apakah sebelum, saat, atau setelah makan.

Guru Besar Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Zullies Ikawati, menjelaskan bahwa perbedaan waktu minum obat bukan tanpa alasan. Penentuan jadwal tersebut berkaitan erat dengan mekanisme kerja obat di dalam tubuh serta upaya memaksimalkan manfaat sekaligus menekan risiko efek samping.

“Setiap obat memiliki cara kerja yang berbeda, sehingga waktu konsumsinya harus disesuaikan agar efek terapinya optimal dan aman bagi pasien,” ujar Zullies.

Menurut dia, obat yang dianjurkan diminum saat makan biasanya bertujuan agar zat aktifnya bercampur dengan makanan. Cara ini dapat membantu meningkatkan penyerapan obat dan mengurangi iritasi pada lambung. Beberapa obat bahkan membutuhkan lemak dari makanan agar bisa diserap dengan baik oleh tubuh.

“Vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E, dan K, kemudian obat antijamur griseofulvin, serta obat penurun kolesterol seperti ezetimibe, lebih efektif jika dikonsumsi bersamaan dengan makan,” jelasnya.

Sementara itu, obat yang dianjurkan diminum setelah makan umumnya memiliki potensi menimbulkan gangguan pada lambung bila dikonsumsi dalam kondisi perut kosong. Makanan berfungsi sebagai pelindung lambung sekaligus membantu mengurangi keluhan seperti mual atau nyeri ulu hati.

Zullies mencontohkan, obat pereda nyeri seperti ibuprofen dan asam mefenamat, obat golongan kortikosteroid, serta metformin untuk penderita diabetes, biasanya lebih aman diminum setelah makan.

Adapun obat yang harus dikonsumsi sebelum makan bertujuan agar penyerapannya berlangsung lebih cepat dan maksimal. Dalam kondisi lambung kosong, tidak ada zat makanan yang menghambat atau berinteraksi dengan kandungan aktif obat.

Dengan memahami perbedaan aturan ini, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam mengonsumsi obat sesuai anjuran tenaga kesehatan agar pengobatan berjalan efektif dan aman.

Sumber: kompas

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *