Tren Baju Lebaran 2026: Warna Basic Kembali, Abaya Jadi Primadona

Presentasi koleksi modest fashion di Modest Luxe, Sarinah, Jakarta, 24 Februari 2026. (dok. Scarf Media).
WARTAFLASH.COM,JAKARTA – Tren busana Lebaran 2026 menunjukkan pergeseran ke arah gaya yang lebih fleksibel dan bernuansa klasik. CEO Scarf Media Indonesia, Temi Sumarlin, mengungkapkan bahwa perputaran mode tahun ini membawa warna-warna dasar kembali menjadi primadona.
“Secara warna, tahun ini kembali ke basic seperti khaki, cream, abu-abu, dan hitam,” ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (24/2/2026). Meski demikian, sejumlah brand tetap menghadirkan pilihan warna cerah seperti lime dan pink untuk konsumen yang ingin tampil lebih bold saat Hari Raya.
Abaya Jadi Pilihan Baru
Menurut Temi, abaya menjadi salah satu item paling menonjol tahun ini. Namun, tampilannya kini lebih adaptif dan tidak lagi terkesan formal atau kaku. Abaya bisa dipadukan dengan celana palazzo maupun rok lipit sehingga berfungsi sebagai outer yang stylish dan praktis.
“Sekarang banyak pilihan abaya yang lebih ringan dan versatile,” katanya.
Sentuhan Kultur Lebih Modern
Selain warna dan siluet, tren 2026 juga menghadirkan sentuhan kultur dalam desain busana. Tidak terbatas pada batik atau tenun, elemen tradisional kini tampil lewat potongan dan detail busana, seperti kebaya janggan yang dimodifikasi menjadi lebih modern dan formal.
Pendekatan ini membuat busana Lebaran terasa lebih berkarakter tanpa kehilangan sentuhan kekinian.
Pasmina dan Motif Abstrak
Untuk hijab, pasmina kembali menjadi tren utama, terutama dalam pilihan polos yang minimalis. Sementara untuk hijab bermotif, arah desain kini bergeser dari motif bunga ke corak abstrak yang lebih artistik dan kontemporer.
Founder Dama Kara, Nurdini Prihastiti, menambahkan bahwa konsumen kini cenderung mencari busana yang multifungsi.
“Banyak yang ingin satu baju bisa dipakai dengan beberapa gaya, jadi tetap relevan setelah Lebaran,” ujarnya. Ia mencontohkan koleksi kemeja janggan dan vest ber-obi yang dapat dikenakan dengan atau tanpa aksesori tambahan.
Modest Luxe Ramaikan Sarinah
Untuk mengakomodasi kebutuhan belanja jelang Idulfitri, program Modest Luxe Ramadan–Raya 2026 digelar di PT Sarinah mulai 24 Februari hingga 31 Maret 2026. Concept store ini menghadirkan kurasi modest wear dari berbagai jenama lokal.
Direktur Utama PT Sarinah, Raisha Syarfuan, menyebut modest fashion bukan sekadar tren musiman, melainkan representasi identitas sekaligus kekuatan industri kreatif nasional.
“Kehadiran Modest Luxe di Sarinah kami harapkan menjadi etalase karya terbaik anak bangsa dan mendorong brand lokal menembus pasar global,” ujarnya.
Dengan perpaduan warna netral, siluet fleksibel, serta sentuhan budaya yang diperbarui, tren Lebaran 2026 mencerminkan gaya yang lebih adaptif tidak hanya untuk Hari Raya, tetapi juga untuk berbagai kesempatan setelahnya.







