Dipasang di Truk 6×6, Sistem Citadel Jadi Tameng Bergerak Lawan Drone

Rusia Ubah Citadel Jadi Sistem Bergerak, Infrastruktur Vital Makin Terlindungi
WARTAFLASH.COM,JAKARTA – Industri pertahanan Rusia tengah mengembangkan versi mobile dari sistem pertahanan antidrone ZAK-30 Citadel yang dirancang untuk meningkatkan perlindungan terhadap ancaman pesawat tanpa awak di medan operasi maupun area strategis.
Berbeda dengan versi sebelumnya yang digunakan untuk menjaga lokasi tetap, varian terbaru ini akan dipasang pada truk militer berpenggerak 6×6 sehingga dapat dipindahkan dengan cepat sesuai kebutuhan operasional.
Dalam konsep yang dikembangkan, sistem terdiri dari beberapa kendaraan yang membawa modul tempur, didukung satu kendaraan khusus yang dilengkapi radar untuk mendeteksi dan melacak sasaran udara. Konfigurasi tersebut memungkinkan perlindungan yang lebih fleksibel terhadap fasilitas militer, infrastruktur vital, hingga objek strategis lainnya dari serangan drone kamikaze.
ZAK-30 Citadel mengandalkan kanon otomatis kaliber 30 mm yang dirancang khusus untuk menghadapi berbagai jenis drone, mulai dari multicopter berukuran kecil hingga drone sayap tetap.
Sistem ini juga dilengkapi radar, sensor elektro-optik, dan sistem kendali tembakan otomatis yang bekerja secara terintegrasi guna meningkatkan akurasi deteksi dan penghancuran sasaran.
Menurut spesifikasi yang dipublikasikan, Citadel mampu menjangkau drone sayap tetap kecil pada jarak hingga 1.000 meter, sementara target multicopter dapat dihancurkan pada jarak sekitar 800 meter.
Keunggulan utama sistem ini terletak pada penggunaan amunisi ledakan udara yang dapat diprogram. Teknologi tersebut memungkinkan proyektil meledak di dekat sasaran dan menciptakan sebaran fragmen mematikan, sehingga drone dapat dihancurkan tanpa harus terkena tembakan secara langsung.
Pendekatan ini dinilai lebih efisien dibandingkan penggunaan amunisi konvensional karena membutuhkan jumlah peluru yang lebih sedikit untuk menetralisasi target. Dengan meningkatnya ancaman drone dalam berbagai konflik modern, pengembangan sistem antidrone bergerak seperti Citadel dipandang sebagai salah satu solusi untuk memperkuat perlindungan pasukan dan aset strategis di lapangan.
Sumber: airspace-review.com







