Iran Longgarkan Akses Selat Hormuz, Dua Kapal Tanker Indonesia Masih Tertahan

Iran Longgarkan Akses Selat Hormuz, Dua Kapal Tanker Indonesia Masih Tertahan

Personel Angkatan Laut Iran tampak mengawal sebuah kapal tanker yang tengah melintasi Selat Hormuz. (Foto: Anadolu Agency).

WARTAFLASH.COM,IRAN – Di tengah memanasnya konflik kawasan, Iran mulai menerapkan kebijakan terbatas terhadap lalu lintas kapal di Selat Hormuz jalur vital perdagangan minyak dunia. Teheran kini memberikan izin khusus bagi kapal-kapal dari negara tertentu untuk melintas dengan jaminan keamanan, sementara kapal dari negara lain masih tertahan.

Kelonggaran ini terlihat dari keberhasilan sebuah kapal tanker milik perusahaan energi Thailand, Bangchak Corporation, yang berhasil melewati selat tersebut pada 23 Maret 2026. Pemerintah Thailand menyebut keberhasilan ini tak lepas dari pendekatan diplomatik intensif dengan pihak Iran, termasuk koordinasi langsung dengan perwakilan Teheran di Bangkok.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa negaranya tidak menutup total Selat Hormuz. Namun, akses diberikan secara selektif kepada negara yang menjalin komunikasi dan dianggap bersahabat. Ia menyebut sejumlah negara seperti China, Rusia, India, hingga Pakistan telah memperoleh pengawalan khusus untuk memastikan keamanan pelayaran mereka.

Meski demikian, lalu lintas di Selat Hormuz mengalami penurunan drastis. Data menunjukkan jumlah kapal yang melintas kini hanya beberapa unit per hari, jauh berkurang dibanding kondisi normal sebelum konflik. Kapal-kapal yang tetap beroperasi cenderung mengambil jalur dekat wilayah Iran untuk memudahkan pengawasan.

Di sisi lain, kapal-kapal yang terkait dengan negara yang dianggap berseberangan dengan Iran tidak diizinkan melintas. Teheran menilai kawasan tersebut masih berstatus zona konflik, sehingga membatasi akses bagi pihak tertentu.

Indonesia menjadi salah satu negara yang masih terdampak kebijakan ini. Dua kapal tanker nasional—Pertamina Pride dan Gamsunoro hingga kini belum mendapatkan izin melintas. Berdasarkan pemantauan pelayaran, keduanya masih berada di perairan Teluk Arab dan menunggu perkembangan diplomatik lebih lanjut.

Pihak Pertamina International Shipping memastikan bahwa kondisi ini tidak mengganggu pasokan energi dalam negeri. Perusahaan juga menegaskan bahwa keselamatan awak kapal dan muatan tetap menjadi prioritas utama.

Saat ini, upaya diplomasi terus dilakukan oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia untuk membuka akses bagi kapal-kapal tersebut agar dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman di tengah situasi yang masih belum stabil.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *