Peristiwa yang terjadi pada Selasa, 7 April 2026 itu terekam dalam video yang beredar luas. Dalam rekaman tersebut, sejumlah siswa terlihat membawa ompreng berisi makanan sambil berteriak, mengaku mencium bau tidak sedap dari menu yang mereka terima.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, menu MBG saat itu terdiri dari nasi putih, ayam rendang, tempe orek, acar timun wortel, serta buah melon. Namun, saat kemasan dibuka, makanan tersebut diduga mengeluarkan aroma tak sedap yang memicu kekhawatiran para siswa.
Tak tinggal diam, para siswa pun berbondong-bondong mendatangi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada tak jauh dari sekolah. Mereka mengumpulkan ompreng berisi makanan di depan dapur sebagai bentuk protes atas kualitas makanan yang diberikan.
Insiden ini langsung mendapat perhatian dari jajaran Forkopimcam Dayeuhkolot bersama koordinator kecamatan. Pengecekan lapangan pun segera dilakukan untuk memastikan kondisi sebenarnya.
Kapolsek Dayeuhkolot, Triyono, menyampaikan bahwa pihaknya telah turun langsung bersama unsur terkait. Sebagai langkah awal, operasional dapur SPPG untuk sementara dihentikan.
“Kami bersama Forkopimcam dan Korcam sudah melakukan pengecekan langsung. Untuk sementara, dapur dihentikan operasionalnya sambil menunggu evaluasi dan pemeriksaan dari Puskesmas Dayeuhkolot,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Penghentian sementara ini dilakukan sebagai langkah antisipasi sekaligus evaluasi menyeluruh guna memastikan keamanan makanan yang disalurkan kepada siswa.
Saat ini, proses pemeriksaan terhadap sampel makanan masih berlangsung. Sampel telah diambil dan tengah diuji oleh pihak Puskesmas Dayeuhkolot untuk memastikan kelayakan konsumsi.
Hingga hasil uji laboratorium keluar, pihak terkait meminta semua pihak untuk tetap tenang dan menunggu hasil resmi, sembari memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.