Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan distribusi energi, khususnya BBM dan LPG, tetap berjalan lancar serta tepat sasaran di wilayah Papua Barat Daya. Rombongan meninjau langsung kondisi lapangan untuk melihat efektivitas pelayanan kepada masyarakat.
Hasan Nasbi menyampaikan bahwa secara umum pelayanan di SPBU COCO 81 984 01 sudah berjalan dengan baik. Ia menilai tidak terdapat antrean panjang serta distribusi BBM subsidi telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Meski demikian, ia mencatat masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki oleh pihak pengelola, terutama terkait fasilitas pendukung dan standar operasional prosedur. Beberapa di antaranya mencakup pembenahan fasilitas umum, perawatan infrastruktur penunjang seperti tangki pendam, serta penyempurnaan SOP pelayanan.
Setelah dari SPBU, rombongan melanjutkan peninjauan ke agen LPG non-subsidi PT Wilis Trijaya Mandiri. Dari hasil pengecekan, pasokan LPG di wilayah tersebut dinilai dalam kondisi aman dan tidak menunjukkan adanya indikasi kelangkaan.
Hasan memastikan bahwa ketersediaan energi di Papua Barat Daya secara umum masih terjaga dengan baik. Bahkan, stok LPG di agen tersebut disebut mencukupi kebutuhan hingga beberapa hari ke depan dengan dukungan distribusi yang terus berjalan secara berkala.
Sementara itu, Nanik S. Deyang menyoroti stabilitas sosial masyarakat di tengah dinamika harga energi. Ia mengapresiasi kondisi yang tetap kondusif serta tidak adanya gejolak berarti di lapangan.
Menurutnya, kebijakan BBM Satu Harga memberikan dampak positif terutama bagi masyarakat di wilayah timur Indonesia. Kebijakan tersebut dinilai mampu menjaga keseimbangan harga sekaligus memberikan rasa keadilan dalam akses energi.
Nanik juga menegaskan bahwa Pertamina memiliki peran penting sebagai agen pembangunan yang tidak hanya fokus pada distribusi energi, tetapi juga menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat di daerah.