Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator, Janji Ungkap Aktor Besar di Balik Kasus MBG

Eks Waka BGN Sony Sanjaya saat mengenakan rompi tahanan Kejagung (Foto: Rumondang/detikcom)
WARTAFLASH.COM,JAKARTA – Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, menyatakan kesiapannya bekerja sama dengan penegak hukum untuk mengungkap dugaan korupsi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini tengah ditangani Kejaksaan Agung.
Melalui kuasa hukumnya, Elza Syarief, Sony bahkan disebut siap menghadapi segala konsekuensi demi menyampaikan informasi yang diketahuinya terkait perkara tersebut.
“Dia sudah sedia, dia sudah siaplah mati,” kata Elza dalam program Metro Hari Ini di Metro TV, Sabtu (6/6/2026).
Menurut Elza, kliennya berencana mengajukan status Justice Collaborator (JC) atau saksi pelaku yang bekerja sama dengan aparat penegak hukum. Langkah itu ditempuh setelah Sony ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyimpangan tata kelola Program MBG.
Melalui mekanisme tersebut, Sony disebut ingin memberikan keterangan secara menyeluruh terkait dugaan praktik yang terjadi dalam pelaksanaan program, termasuk pihak-pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara yang sedang disidik.
Meski demikian, Elza mengaku mengingatkan kliennya agar tetap fokus menjalani proses hukum dan membantu penyidik mengungkap kasus tersebut.
“Saya bilang, Pak jangan mati Pak. Itu ucapan bisa jadi doa. Bapak masih diperlukan untuk membuka semua kebobrokan korupsi ini. Jadi Bapak harus hidup,” ujar Elza.
Tim kuasa hukum menilai pengajuan Justice Collaborator juga menjadi cara bagi Sony untuk menjelaskan posisinya dalam perkara yang sedang bergulir. Ia membantah tuduhan sebagai pihak utama dalam dugaan praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi bagian dari penyidikan.
Selain mengajukan status JC, kuasa hukum Sony berencana meminta perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Permohonan tersebut tidak hanya ditujukan bagi Sony, tetapi juga anggota keluarganya.
Langkah itu diambil sebagai bentuk antisipasi mengingat Sony disebut akan memberikan informasi lebih lanjut terkait dugaan penyimpangan dalam Program Makan Bergizi Gratis.
Sebelumnya, nama Sony Sonjaya sempat menjadi sorotan setelah mengunggah surat terbuka kepada Kepala BGN yang baru. Surat tersebut memicu berbagai spekulasi publik karena berisi sejumlah pernyataan yang dinilai mengindikasikan adanya persoalan dalam pelaksanaan program MBG yang kini menjadi objek penyidikan Kejaksaan Agung.







