Bangga,Dosen UIN Bandung Terpilih Jadi Juri Konferensi Internasional di University of Sydney

Dosen Sunan Gunung Djati,Jadi Juri Konferensi Internasional Pelajar Indonesia
WARTAFLASH.COM,BANDUNG — Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) secara resmi mendaulat Dedi Sulaeman sebagai juri (Judge/Juror) KIPI ke-11. Dedi merupakan dosen Pascasarjana Program Studi S2 Tadris Bahasa Inggris UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Oleh karena itu, forum bergengsi ini akan menjadi panggung pembuktian kapasitasnya. Acara tersebut bakal berlangsung pada 13–14 Juli 2026 di The University of Sydney, Australia.
Sementara itu, PPIA menaungi lebih dari 20.000 pelajar Indonesia di Australia. Organisasi ini memercayakan tugas penting kepada Dedi untuk menilai presentasi makalah akademik. Selain itu, ia juga akan memberikan evaluasi ahli sepanjang konferensi.
Selama lebih dari satu dekade, PPIA konsisten mengemas KIPI sebagai platform terkemuka. Forum ini mempertemukan mahasiswa, peneliti, dan akademisi Indonesia. Mereka berkumpul untuk membagikan hasil riset dan membedah isu strategis nasional. Maka dari itu, KIPI 2026 mengusung tema besar yang sangat relevan, yaitu “Navigating Global Uncertainty with Clarity and Purpose: Moving Toward a Better Future”.
Membawa Rekam Jejak Internasional yang Kuat
Terkait teknis pelaksanaan, panitia membagi konferensi tahun ini ke dalam enam jalur tematik utama. Dalam hal ini, Dedi Sulaeman akan mengawal jalur Bahasa, Pendidikan, Seni, dan Media. Sektor tersebut sangat selaras dengan keahliannya di bidang linguistik terapan dan inovasi pembelajaran.
Saat ini, Dedi mengemban amanah sebagai Sekretaris Program Studi S2 Tadris Bahasa Inggris Pascasarjana UIN SGD. Tidak hanya itu, akademisi produktif ini juga mengantongi lebih dari 70 Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Ia juga aktif meneliti dan mencetak puluhan publikasi ilmiah tingkat dunia.
Bahkan, ia pun menyandang predikat mentereng sebagai LEMHANNAS Trainer dan Google for Education Certified Trainer. Oleh sebab itu, pengalamannya mengunjungi lebih dari 20 negara di lima benua memperkuat posisinya. Ia menjadi figur ideal untuk menjuri di forum sekaliber KIPI.
“Kepercayaan PPIA kepada Dedi Sulaeman menjadi bukti pengakuan internasional atas kualitas dosen UIN SGD,” ujar Wakil Rektor I UIN SGD, Dadan Rusmana, di Bandung, Minggu (5/7/2026).
Selanjutnya, Dadan menambahkan bahwa pencapaian ini membuktikan daya saing dosen UIN SGD. Mereka mampu berkontribusi di forum akademik dunia. Akhir kata, pihak rektorat berharap prestasi Dedi mampu melecut semangat civitas akademika lainnya. Mereka harus terus memperluas rekam jejak global.







