Banggar DPR dan Pemerintah Sepakat Pangkas Subsidi Energi Rp11,4 Triliun

Banggar DPR dan Pemerintah Sepakat Pangkas Subsidi Energi Rp11,4 Triliun

Anggaran Subsidi Energi 2027 Susut Rp11,4 Triliun, Ini Rinciannya

WARTAFLASH.COM,JAKARTA – Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR menyepakati perubahan anggaran subsidi energi dalam RAPBN 2027. Total anggaran subsidi energi kini menjadi Rp261,5 triliun.

Sebelumnya, pemerintah dan DPR menyiapkan anggaran sebesar Rp272,9 triliun. Dengan demikian, terdapat pengurangan sekitar Rp11,4 triliun.

Pemangkasan tersebut terutama berasal dari subsidi BBM jenis tertentu dan LPG 3 kilogram (kg).

Subsidi BBM dan LPG Dipangkas

Ketua Banggar DPR Said Abdullah menjelaskan perubahan tersebut dalam rapat kerja bersama pemerintah pada Senin (7/9/2026).

Menurut Said, anggaran subsidi BBM dan LPG 3 kg turun dari Rp142,8 triliun menjadi Rp131,39 triliun. Artinya, anggaran untuk kedua komoditas tersebut berkurang sekitar Rp11,4 triliun.

“Subsidi energi BBM dan LPG 3 Kg (subsidi energi A) Rp142,8 triliun menjadi Rp131,39 triliun, selisih Rp11,4 triliun. Total subsidi energi A plus B (listrik) Rp272,94 triliun, kesepakatan Rp261,5 triliun, selisih Rp11,4 triliun,” kata Said.Di Kutip dari Kumparan

Perubahan anggaran tersebut berkaitan dengan penyesuaian sejumlah asumsi perhitungan. Salah satunya yakni harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP).

Dalam kesepakatan terbaru, pemerintah dan Banggar menetapkan ICP sebesar USD75 per barel. Sementara itu, asumsi nilai tukar rupiah berada di level Rp17.500 per dolar AS.

Volume BBM Subsidi Ikut Berubah

Selain memangkas anggaran, pemerintah dan Banggar juga menyesuaikan volume penyaluran sejumlah komoditas bersubsidi.

Sebagai contoh, alokasi penyaluran BBM subsidi turun dari 20,09 juta kiloliter menjadi 19,56 juta kiloliter.

Kemudian, volume penyaluran minyak solar juga mengalami penurunan. Awalnya, pemerintah menyiapkan sekitar 19,55 juta kiloliter. Kini, jumlah tersebut menjadi 19 juta kiloliter.

Selanjutnya, pemerintah mengurangi alokasi LPG 3 kg dari 8,94 juta kg menjadi 8 juta kg.

Penyaluran Minyak Tanah Justru Naik

Di tengah penurunan sejumlah komoditas, penyaluran minyak tanah justru mengalami kenaikan.

Semula, volume minyak tanah ditetapkan sebanyak 539.000 kiloliter. Kini, pemerintah dan Banggar menyepakati volume sebesar 561.000 kiloliter.

Sementara itu, besaran subsidi tetap untuk minyak solar tidak mengalami perubahan. Pemerintah masih menetapkan subsidi sebesar Rp1.000 per liter.

Dengan perubahan tersebut, total subsidi energi dalam RAPBN 2027 kini mencapai Rp261,5 triliun. Pemerintah dan DPR selanjutnya akan menggunakan kesepakatan tersebut sebagai bagian dari pembahasan RAPBN 2027.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *