Trump Tegaskan Serangan ke Iran Terus Berlanjut, Teheran Tetap Tutup Selat Hormuz

Trump Tegaskan Serangan ke Iran Terus Berlanjut, Teheran Tetap Tutup Selat Hormuz

Donald Trump

WARTAFLASH.COM,JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan tidak puas dengan perkembangan Operasi Epic Fury yang menargetkan Iran. Sejumlah sumber menyebut Trump menilai pemerintahannya kehilangan peluang untuk mencegah konflik berkepanjangan setelah menolak usulan Teheran terkait program nuklir.

Laporan CBS pada Rabu (15/7/2026) menyebut Trump semakin frustrasi karena operasi militer berlangsung lebih lama dan lebih rumit dari perkiraan awal. Situasi tersebut memunculkan perbedaan pandangan di lingkaran pemerintahan AS mengenai strategi menghadapi Iran.

Trump disebut menginginkan hasil yang lebih cepat, sementara Menteri Pertahanan Pete Hegseth memilih pendekatan militer yang lebih agresif. Di sisi lain, Jenderal Dan Caine menyampaikan sejumlah kekhawatiran terkait kemampuan operasional pasukan di lapangan.

Laporan itu juga mengungkap ketidakpuasan sejumlah pejabat Pentagon terhadap Kepala Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper. Mereka menilai Cooper terlalu optimistis dalam memperkirakan kemampuan militer AS menghadapi Iran.

Meski demikian, Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih Anna Kelly menegaskan Trump tetap memberikan dukungan penuh kepada Hegseth dan Cooper selama memimpin jalannya Operasi Epic Fury.

Gedung Putih Bahas Serangan Baru

Pada Selasa (14/7/2026), Trump memimpin rapat di Ruang Situasi Gedung Putih untuk membahas opsi serangan yang lebih luas terhadap Iran. Menurut laporan Axios, pertemuan tersebut dihadiri Wakil Presiden J.D. Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, serta Menteri Pertahanan Pete Hegseth.

Para pejabat membahas rencana menyerang sejumlah sasaran strategis di Iran di luar operasi yang sedang berlangsung di kawasan Selat Hormuz.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menegaskan militer AS akan terus meningkatkan tekanan terhadap Iran apabila Teheran menolak kembali ke meja perundingan.

“Kami menghantam mereka dengan sangat keras. Kami menghantam setiap sasaran yang mereka miliki di sepanjang pesisir. Serangan akan terus berlanjut sampai saya mengatakan sudah cukup,” ujar Trump.

Trump juga mengisyaratkan kemungkinan menyerang fasilitas energi Iran pada tahap berikutnya jika konflik terus berlanjut.

Selain itu, ia mengancam akan memperluas serangan dengan menyasar pembangkit listrik dan jembatan apabila Iran tetap menolak melakukan negosiasi.

“Pekan depan keadaan akan menjadi jauh lebih buruk bagi mereka karena kami akan menyerang pembangkit listrik dan jembatan mereka, kecuali mereka kembali ke meja perundingan,” katanya.

Trump mengaku yakin Iran pada akhirnya akan memilih menyepakati perundingan dengan Amerika Serikat.

Iran Tolak Tekanan Amerika Serikat

Pemerintah Iran merespons ancaman tersebut dengan menegaskan Selat Hormuz akan tetap ditutup sampai Amerika Serikat memenuhi syarat yang diajukan Teheran.

Juru Bicara Angkatan Darat Iran Mohammad Akrami-Nia mengatakan Washington harus mematuhi kesepakatan kerangka perdamaian, menghentikan tindakan yang di anggap bermusuhan, serta menerima aturan Iran mengenai pengelolaan Selat Hormuz.

Menurut Akrami-Nia, tekanan militer Amerika Serikat tidak akan mengubah sikap Iran.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menegaskan negaranya akan tetap menjadi penjaga Selat Hormuz. Ia menyebut setiap negara yang menikmati keamanan jalur pelayaran strategis tersebut semestinya memberikan kompensasi atas layanan yang di sediakan Iran.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *