Kementan Pastikan 39.861 Bibit Kelapa di Sulut Siap Disalurkan ke Petani

Ribuan Bibit Kelapa Sulut Diperketat, Kementan Pastikan Tepat Mutu dan Sasaran.
WARTAFLASH.COM,SULUT – Kementerian Pertanian Republik Indonesia memastikan sebanyak 39.861 batang bibit kelapa di Sulawesi Utara siap disalurkan kepada petani setelah melalui proses verifikasi lapangan. Bibit tersebut dipastikan memenuhi standar mutu, sehat, dan layak tanam sebagai bagian dari dukungan pemerintah terhadap pengembangan komoditas kelapa dan program hilirisasi nasional.
Pengawalan program dilakukan melalui Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Utara sebagai tindak lanjut arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melakukan kunjungan ke lokasi pembibitan kelapa di Kelurahan Bengkol, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, awal Mei lalu.
Dalam kunjungan tersebut, Mentan Amran menegaskan bahwa inspeksi lapangan dilakukan bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan seluruh program berjalan optimal dan tepat sasaran.
“Sidak dimaksudkan bukan untuk mencari kesalahan tetapi untuk memperbaiki dan mengurangi kesalahan,” ujar Amran.
Menindaklanjuti arahan itu, Kepala Fadjry Djufry menyampaikan bahwa pihaknya langsung melakukan verifikasi ulang terhadap jumlah serta kondisi bibit di lapangan guna memastikan seluruh bantuan pemerintah berjalan sesuai ketentuan.
“BRMP bersama seluruh pihak terkait bergerak cepat melakukan verifikasi ulang jumlah dan kondisi bibit di lapangan. Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memastikan program bantuan pemerintah berjalan tepat sasaran dan bermanfaat bagi petani,” ujarnya di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Verifikasi dilakukan di dua lokasi pembibitan, yakni Kelurahan Bengkol di Kota Manado dan Desa Suwaan, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara. Dari hasil pengecekan bersama penyuluh dan instansi terkait, tercatat 39.861 batang bibit kelapa dinyatakan siap salur per 16 Mei 2026.
Selain pendataan, tim juga melakukan pemeriksaan terhadap bibit yang sebelumnya terdampak serangan hama Brontispa sp.. Hasil pengamatan menunjukkan kondisi bibit kini membaik dengan munculnya daun muda yang tumbuh normal dan sehat.
Kepala Steivie Karouw menegaskan bahwa pendampingan akan terus dilakukan untuk memastikan bibit yang disalurkan benar-benar berkualitas dan siap tanam.
“Pengawalan dilakukan mulai dari verifikasi jumlah, pengecekan kondisi pertumbuhan, hingga memastikan bibit yang disalurkan sehat dan layak tanam,” jelasnya.
Kementan juga menegaskan bahwa koordinasi lintas instansi akan terus diperkuat agar program pengembangan kelapa di Sulawesi Utara berjalan optimal, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan produksi serta kesejahteraan petani.







