Jambi Siapkan 10.000 Hektare Lahan Sawit, Pemprov Pastikan Bebas Konflik

Jambi Siapkan 10.000 Hektare Lahan Sawit, Pemprov Pastikan Bebas Konflik

Perkebunan Sawit Warga

WARTAFLASH.COM,JAMBI – Pemerintah Provinsi Jambi mulai memverifikasi sekitar 10.000 hektare lahan yang akan menjadi lokasi program penanaman kelapa sawit bersama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV. Langkah tersebut mendukung program nasional Asta Cita sekaligus memperkuat pasokan bahan baku biodiesel B20.

Pemprov Jambi menjalankan inventarisasi dan ground check sebagai tindak lanjut arahan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan. Proses ini bertujuan memastikan setiap lahan memenuhi syarat sebelum program berjalan.

Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman, mengatakan lahan yang masuk dalam tahap verifikasi tersebar di Kabupaten Bungo, Tebo, dan Merangin.

Awalnya, pemerintah mengusulkan sekitar 14.000 hektare lahan. Namun, hasil evaluasi awal menyisakan sekitar 10.000 hektare yang memenuhi syarat untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Ada sekitar 10.000 hektare yang akan kita inventarisasi atau ground check. Awalnya usulan mencapai 14.000 hektare, tetapi setelah diteliti tersisa sekitar 10.000 hektare yang akan kita periksa lebih lanjut,” kata Sudirman, Senin (6/7/2026).

Pastikan Lahan Bebas Konflik

Sudirman menjelaskan, tim akan memeriksa lahan yang berada di Area Penggunaan Lain (APL) maupun kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP).

Pemerintah ingin memastikan seluruh lokasi benar-benar berstatus clear and clean. Langkah itu bertujuan mencegah sengketa lahan dan menghindari konflik dengan masyarakat.

Menurutnya, kondisi administrasi tidak selalu mencerminkan situasi di lapangan. Karena itu, tim akan mencocokkan dokumen dengan kondisi sebenarnya sebelum menetapkan lokasi penanaman.

Jika tim menemukan lahan milik masyarakat yang tidak bermasalah, pemerintah akan berdialog dengan pemilik lahan. Proses tersebut bertujuan membuka peluang kerja sama dalam program penanaman sawit PTPN IV.

Pendanaan Ditanggung PTPN IV

Sudirman memastikan PTPN IV menanggung seluruh biaya penanaman hingga operasional program.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jambi berfokus pada penyediaan lahan, koordinasi antarlembaga, dan kelancaran pelaksanaan program.

“Pembiayaan seluruhnya dari PTPN IV. Pemerintah daerah hanya memfasilitasi karena program ini mendukung Asta Cita Presiden, termasuk penguatan biodiesel B20,” ujarnya.

Dorong Ketahanan Energi dan Ekonomi Daerah

Program penanaman kelapa sawit ini tidak hanya bertujuan memperkuat pasokan bahan baku biodiesel B20. Pemerintah juga berharap program tersebut mampu menggerakkan perekonomian daerah.

Melalui investasi perkebunan skala besar, Pemprov Jambi menargetkan terbukanya lapangan kerja baru, meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, serta bertambahnya kontribusi sektor perkebunan terhadap pertumbuhan ekonomi di Bungo, Tebo, dan Merangin.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *