Aktivis KontraS Disiram Air Keras di Jakarta, DPR Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku

Aktivis KontraS Disiram Air Keras di Jakarta, DPR Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira saat rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (Dok. (Foto: inilah.com/Reyhaanah/TVParlemen)

WARTAFLASH.COM,JAKARTA – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira mengecam keras aksi penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Ia menilai serangan tersebut merupakan tindakan brutal yang mengancam keselamatan para pembela hak asasi manusia.

Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar serius di sejumlah bagian tubuh, termasuk kedua tangan, wajah, dada, dan area mata. Ia langsung mendapatkan penanganan medis setelah kejadian.

Menurut Andreas, tindakan kekerasan tersebut tidak dapat ditoleransi karena diduga merupakan upaya untuk membungkam suara kritis masyarakat, terutama dari kalangan aktivis yang memperjuangkan isu-isu hak asasi manusia.

Ia mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut serta mengungkap siapa pelaku dan apa motif di balik serangan itu.

Peristiwa penyiraman air keras terhadap Andrie terjadi di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis malam (12/3/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Insiden itu terjadi tidak lama setelah Andrie menyelesaikan perekaman podcast bertema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Berdasarkan informasi awal, sekitar pukul 23.37 WIB Andrie tengah mengendarai sepeda motor di kawasan Jalan Salemba I–Talang. Saat melintas di lokasi tersebut, dua orang pelaku yang berboncengan mendekati korban dari arah berlawanan.

Salah satu pelaku yang duduk sebagai penumpang kemudian menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah korban. Akibatnya, Andrie langsung berteriak kesakitan dan terjatuh dari sepeda motornya.

Para pelaku dilaporkan mengenakan helm serta penutup wajah sehingga sulit dikenali. Setelah melakukan aksinya, keduanya langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.

Korban kemudian segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan darurat, terutama pada bagian mata yang terkena cairan tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Andrie diketahui mengalami luka bakar sekitar 24 persen di tubuhnya.

Kasus ini kini menjadi perhatian berbagai pihak, terutama kalangan pegiat hak asasi manusia yang mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengungkap pelaku serta memastikan keamanan bagi para aktivis di Indonesia.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *