Program MBG Dorong Perputaran Ekonomi Rp57 Miliar per Bulan di Merangin
oleh Warta Flash · Maret 19, 2026

Bupati Merangin Saat Mengunjungi Pasar tempat Penjualan Daging
WARTAFLASH.COM,MERANGIN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah pusat dinilai membawa dampak ekonomi signifikan bagi Kabupaten Merangin. Bupati Merangin, M. Syukur, menyebut program tersebut berpotensi menghadirkan perputaran uang hingga Rp57 miliar setiap bulan di daerahnya.
Hal itu disampaikan Bupati saat menghadiri acara buka puasa bersama ratusan kepala desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta pimpinan organisasi kepemudaan (OKP) di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Selasa (17/03).
Menurutnya, MBG tidak hanya berfungsi sebagai program pemenuhan gizi bagi pelajar, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi baru yang langsung menyentuh masyarakat di tingkat bawah.
Ia menjelaskan, setiap unit MBG membutuhkan anggaran sekitar Rp1 miliar per bulan. Dengan 57 titik pelaksanaan di Merangin, maka total perputaran dana diperkirakan mencapai Rp57 miliar setiap bulan, dengan sebagian besar dana tersebut mengalir ke masyarakat melalui pembelian bahan pangan.
“Sekitar 63 persen dari anggaran itu dibelanjakan langsung kepada masyarakat,” ungkap M. Syukur.
Bupati juga menekankan pentingnya keterlibatan petani dan peternak lokal dalam rantai pasok program tersebut. Ia meminta agar kebutuhan bahan pangan seperti telur, daging, ikan, sayuran, dan buah-buahan diprioritaskan dari produksi daerah sendiri.
Menurutnya, hal ini penting agar masyarakat Merangin tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama dalam aktivitas ekonomi yang tercipta dari program MBG.
Ia juga mendorong desa-desa untuk mengembangkan sektor pertanian dan peternakan sebagai penopang utama kebutuhan program tersebut, sehingga tercipta kemandirian ekonomi di tingkat desa.
Sebagai langkah penguatan, Pemerintah Kabupaten Merangin saat ini tengah mendorong peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama untuk mengelola distribusi dan penyediaan bahan pangan bagi program MBG.
“Ini adalah peluang besar bagi ekonomi desa. Kita ingin BUMDes Bersama menjadi penggerak utama agar ekonomi desa bisa tumbuh mandiri dan berkelanjutan,” pungkasnya.







