Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa pelatihan tersebut tidak dimaksudkan untuk membentuk pendekatan militeristik. Menurutnya, program ini lebih diarahkan pada pembentukan karakter, kedisiplinan, serta kesiapan kerja para calon manajer di lapangan.
Ia menambahkan bahwa selain pelatihan fisik dan mental, peserta juga akan mendapatkan penguatan kemampuan manajerial sebagai bekal dalam mengelola koperasi secara profesional.
Antusiasme masyarakat terhadap program ini tergolong sangat tinggi. Dari 35.476 posisi yang tersedia, jumlah pelamar membludak hingga lebih dari 639 ribu orang. Saat ini, ratusan ribu peserta yang lolos tahap administrasi sedang menjalani tes berbasis Computer Assisted Test (CAT) yang digelar di berbagai daerah.
Seleksi tidak berhenti di situ. Peserta yang berhasil melewati ujian CAT akan menghadapi tahapan lanjutan berupa tes mental, ideologi, serta pemeriksaan kesehatan sebelum dinyatakan lolos secara final.
Pemerintah menjadwalkan pengumuman hasil akhir seleksi pada 7 Juni 2026. Peserta yang terpilih nantinya akan diangkat sebagai manajer koperasi dengan status pegawai BUMN di bawah naungan PT Agrinas Pangan Nusantara, dengan sistem kontrak kerja.
Program ini tidak hanya berfokus pada Koperasi Desa Merah Putih, tetapi juga mencakup pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis desa dan wilayah pesisir.