Sinergi Pendidikan dan Polisi, Tanamkan Budaya Tertib di Sekolah

Larangan Naik Motor ke Sekolah Jadi Sorotan Apel di SMPN 1 Sungai Penuh
WARTAFLASH.COM,SUNGAI PENUH – Apel pagi di SMP Negeri 1 Sungai Penuh, Selasa (5/5/2026), mendadak berubah menjadi ruang pembelajaran di luar kelas. Bukan sekadar barisan siswa dan guru, kegiatan ini menjadi “kelas terbuka” tentang disiplin, tanggung jawab, dan keselamatan.
Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh, Deri Nopalion, S.Pd., bersama Kanit Satlantas Polres Kerinci, Aipda Adiarman, tampil sebagai pembina apel bersama yang diikuti jajaran Dinas Pendidikan, personel kepolisian, dewan guru, hingga seluruh siswa.
Sejak awal kegiatan, suasana apel terasa lebih interaktif. Pesan yang disampaikan tidak hanya bersifat formal, tetapi juga menekankan pentingnya peran setiap unsur sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar
Dalam arahannya, Deri Nopalion menegaskan bahwa sekolah ideal bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang pembentukan karakter. Ia menyoroti pentingnya kedisiplinan guru sebagai teladan utama bagi siswa.
Menurutnya, lingkungan belajar yang kondusif tidak lahir begitu saja, melainkan dibangun dari konsistensi sikap dan tanggung jawab seluruh pendidik di sekolah.
“Ketika guru disiplin, maka budaya itu akan menular ke siswa. Di situlah sekolah menjadi ruang yang benar-benar mendidik,” ujarnya.
Siswa Diberi “Alarm Kesadaran” di Jalan Raya
Sementara itu, Aipda Adiarman membawa pesan berbeda namun saling melengkapi. Ia mengajak siswa memahami risiko di jalan raya melalui sosialisasi keselamatan berlalu lintas.
Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah larangan penggunaan kendaraan bermotor oleh siswa ke sekolah, sesuai Surat Edaran Pemerintah Kota Sungai Penuh Nomor B/400.3.13.3/6/IV/2026/DISDIK.2.
Alih-alih sekadar larangan, pesan tersebut disampaikan sebagai bentuk perlindungan terhadap keselamatan pelajar yang masih dalam usia rentan.
Membangun Kesadaran Bersama
Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara dunia pendidikan dan kepolisian dalam satu tujuan: membangun generasi yang tertib, disiplin, dan berkarakter.
Melalui apel gabungan ini, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga pusat pembentukan kesadaran sosial dan keselamatan sejak dini.
Dari lapangan sekolah itu, pesan yang dibawa cukup jelas: disiplin bukan hanya aturan, tetapi kebiasaan yang membentuk masa depan.







