Kolaborasi Pemerintah dan DPD RI, Ketahanan Pangan Sungai Penuh Diperkuat

Bantuan Benih Padi Digelontorkan, Pemkot Sungai Penuh Fokus Sejahterakan Petani
WARTAFLASH.COM,SUNGAI PENUH – Pagi di Desa Paling Serumpun, Kecamatan Hamparan Rawang, terasa berbeda dari biasanya. Bukan hanya aktivitas petani yang mulai menggeliat, tetapi juga hadirnya harapan baru yang datang bersama bantuan benih padi unggul dari Pemerintah Kota Sungai Penuh.
Di tengah hamparan sawah, Wali Kota Sungai Penuh Alfin tampak berdialog langsung dengan para petani. Ia didampingi Wakil Wali Kota Azhar Hamzah serta anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Elviana. Suasana yang tercipta bukan sekadar seremonial, melainkan pertemuan hangat antara pemimpin dan masyarakat yang menggantungkan hidup dari tanah.
Sebanyak 2,5 ton benih padi diserahkan—bukan hanya sebagai bantuan, tetapi sebagai simbol kepercayaan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung daerah. Program ini merupakan bagian dari gerakan Tani Merdeka Indonesia yang menjangkau berbagai kecamatan di Sungai Penuh.
Bagi warga Hamparan Rawang, yang dijuluki “Rawang Menuai”, bantuan ini terasa istimewa. Julukan itu bukan sekadar nama, melainkan identitas yang pernah berjaya. Kini, perlahan, kejayaan itu mulai dibangkitkan kembali.
“Dulu ada lahan yang tidak tergarap, sekarang sudah mulai hidup lagi,” ujar Alfin, menegaskan perubahan yang mulai terlihat berkat perbaikan infrastruktur pertanian dan normalisasi aliran sungai.
Tak hanya berbicara, rombongan juga turun langsung ke sawah, melihat kondisi tanah, mendengar keluhan petani, hingga membahas solusi bersama. Dari sana, terlihat jelas bahwa pertanian bukan sekadar program, tetapi perjuangan yang membutuhkan kolaborasi.
Elviana pun mengingatkan bahwa benih unggul harus diimbangi dengan pengetahuan dan akses yang memadai. Ia menyoroti pentingnya distribusi pupuk subsidi yang lebih dekat dan mudah dijangkau petani.
Di balik angka 2,5 ton benih, tersimpan harapan besar: panen yang lebih baik, kesejahteraan yang meningkat, dan ketahanan pangan yang lebih kuat. Bahkan, pemerintah daerah telah menyiapkan langkah lanjutan, mulai dari pengembangan peternakan hingga penguatan ekonomi berbasis desa.
Hari itu, di antara lumpur sawah dan semangat petani, tersirat satu pesan sederhana: ketika benih ditanam dengan harapan dan dukungan bersama, masa depan pun ikut tumbuh.







