Hadapi Musim Kemarau 2026, TNBS Bentuk Tim Khusus Pencegah Kebakaran Hutan

Taman Nasional Berbak–Sembilang, hamparan hutan bakau dan rawa gambut yang menyimpan kehidupan dari laut hingga darat, dari burung migran hingga harimau sumatera. Foto: Wiki.Ambius
WARTAFLASH.COM,SUMSEL – Menghadapi musim kemarau tahun 2026, Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS) memperkuat langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan membentuk dua regu brigade kebakaran hutan.
Kepala TN Berbak Sembilang, Yunaidi mengatakan masing-masing regu beranggotakan 15 personel yang disiapkan khusus untuk melakukan pencegahan serta penanganan dini apabila terjadi kebakaran di kawasan taman nasional.
“Dua regu brigade kebakaran sudah terbentuk, satu regu terdiri dari 15 orang,” ujar Yunaidi, Senin (11/5/2026).
Ia menjelaskan, dalam lima tahun terakhir kawasan TN Berbak Sembilang relatif aman dari kebakaran hutan. Bahkan, pada tahun 2023 kebakaran yang terjadi hanya mencapai sekitar delapan hektar.
Menurutnya, minimnya kejadian karhutla tidak terlepas dari keterlibatan masyarakat yang aktif menjaga kawasan hutan. Keberadaan kelompok Masyarakat Peduli Api serta Masyarakat Duta Pohon dinilai berperan besar dalam membantu pengawasan di lapangan.
Selain membentuk brigade kebakaran, pihak TNBS juga rutin melakukan patroli dan pemantauan kondisi kawasan setiap bulan. Tim lapangan diturunkan untuk memeriksa titik-titik rawan kebakaran sekaligus memastikan ketersediaan air di kanal-kanal dalam kawasan taman nasional tetap mencukupi selama musim kemarau.
“Pemantauan terus dilakukan, terutama pengecekan air di seluruh kanal yang ada di kawasan TNBS,” katanya.
Taman Nasional Berbak Sembilang sendiri memiliki luas sekitar 141.265 hektare dan berada di dua wilayah provinsi, yakni Jambi dan Sumatera Selatan. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu ekosistem lahan basah penting di Indonesia yang menjadi habitat berbagai satwa liar dan kekayaan hayati.







