Kemenhaj Tegaskan Larangan Beli Hewan Dam di Pasar Arab Saudi

Jamaah haji Indonesia menaiki bus Shalawat di Syisyah untuk menuju ke Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi, Jumat (1/5/2026). (ANTARA FOTO/Citro Atmoko)
WARTAFLASH.COM,ARAB SAUDI – Pemerintah mengingatkan jamaah haji Indonesia untuk tidak sembarangan dalam menunaikan kewajiban pembayaran dam selama berada di Tanah Suci. Kementerian Haji dan Umrah menegaskan bahwa seluruh proses pembayaran harus dilakukan melalui mekanisme resmi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi, yakni melalui platform Adhahi.
Kepala Biro Humas Kemenhaj, Moh. Hasan Afandi, menekankan bahwa jamaah dilarang melakukan pembayaran di luar jalur resmi, termasuk membeli hewan kurban sendiri di pasar. Langkah ini diambil untuk memastikan pelaksanaan dam berjalan tertib, sah, dan sesuai ketentuan yang berlaku di Arab Saudi.
Dam sendiri merupakan denda yang wajib dibayarkan oleh jamaah haji yang melanggar aturan atau meninggalkan kewajiban dalam rangkaian ibadah haji. Kewajiban ini salah satunya berlaku bagi jamaah yang menjalankan haji tamattu’, yaitu melaksanakan umrah terlebih dahulu sebelum haji.
Di tengah imbauan tersebut, pelaksanaan operasional haji Indonesia hingga hari ke-12 dilaporkan berjalan lancar. Proses pemberangkatan, kedatangan, hingga pergerakan jamaah dari Madinah menuju Makkah berlangsung tertib dengan pengawasan ketat dari petugas di lapangan.
Data terbaru mencatat sebanyak 175 kelompok terbang (kloter) dengan total lebih dari 68 ribu jamaah telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, sebagian besar sudah tiba di Madinah, sementara ribuan lainnya telah melanjutkan perjalanan ke Makkah.
Petugas haji disiagakan di berbagai titik layanan untuk memastikan mobilitas jamaah tetap aman dan nyaman. Selain itu, layanan kesehatan juga diperkuat guna mengantisipasi gangguan kesehatan yang dialami jamaah di tengah cuaca dan aktivitas ibadah yang padat.
Hingga saat ini, ribuan jamaah tercatat menjalani rawat jalan, sementara sebagian lainnya harus dirujuk ke fasilitas kesehatan, baik di Kantor Kesehatan Haji Indonesia maupun rumah sakit di Arab Saudi. Puluhan jamaah masih dalam perawatan intensif, dan jumlah jamaah yang wafat tercatat mencapai tujuh orang.
Pemerintah pun kembali mengingatkan jamaah untuk menjaga kondisi fisik selama menjalankan ibadah. Jamaah diimbau untuk tidak membawa barang berlebihan, rutin mengonsumsi air putih, mengatur waktu aktivitas, serta segera melapor kepada petugas jika mengalami gangguan kesehatan.
Dengan berbagai langkah pengawasan dan pelayanan yang dilakukan, pemerintah berharap seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini dapat berjalan lancar hingga para jamaah kembali ke Tanah Air dengan selamat.







