Molinas Siap Mendunia, 10 Perusahaan Nasional Penuhi Standar TKDN

Molinas Siap Mendunia, 10 Perusahaan Nasional Penuhi Standar TKDN

Savart Motors luncurkan motor listrik Savart S-1 di IMOS+ 2023, ramaikan pasar motor listrik nasional.

WARTAFLASH.COM,JAKARTA – Pemerintah mulai memperkuat fondasi pengembangan Motor Listrik Nasional (Molinas). Sebanyak 10 perusahaan nasional disebut telah memenuhi kriteria Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk mendukung pengembangan kendaraan listrik tersebut.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan pemerintah selanjutnya akan mendorong standardisasi produk Molinas agar mampu bersaing di pasar internasional.

Rosan menyampaikan hal itu saat peluncuran Molinas di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

“Kurang lebih ada 10 perusahaan nasional yang sudah memenuhi kriteria pemenuhan TKDN-nya oleh Kementerian Perindustrian,” kata Rosan.

Dorong Standar Internasional

Rosan menjelaskan, 10 perusahaan tersebut akan bekerja sama dalam pengembangan Molinas bersama LEN dan tim yang dipimpin Sigit Puji Santosa.

Pemerintah ingin menyatukan standar produk agar motor listrik nasional tidak berkembang dengan spesifikasi yang berbeda-beda. Standardisasi juga menjadi langkah penting untuk membuka peluang ekspor.

“Kita akan bersama-sama di bawah arahan dan juga di bawah kerja sama nanti dengan LEN dan juga oleh Profesor Sigit, sehingga kita mempunyai standardisasi internasional,” ujarnya.

Rosan menegaskan, pemerintah tidak ingin Molinas hanya berjaya di pasar dalam negeri. Pemerintah menargetkan produk tersebut mampu bersaing di tingkat regional hingga global.

“Bisa tidak hanya menjadi champion di Indonesia, tetapi juga champion di regional, bahkan harus menjadi champion di dunia,” katanya.Di kutip dari Voi.id

Andalkan Potensi Nikel Indonesia

Molinas dikembangkan melalui kolaborasi pemerintah, BUMN, dan perusahaan nasional. Pemerintah menilai Indonesia memiliki modal kuat untuk membangun ekosistem industri motor listrik dari hulu hingga hilir.

Salah satu kekuatan utama Indonesia terletak pada ketersediaan bahan baku baterai berbasis nikel. Rosan menyebut sekitar 46 persen cadangan nikel dunia berada di Indonesia.

Indonesia juga memiliki kemampuan mengolah bahan baku tersebut menjadi sel baterai hingga battery pack. Kondisi ini dinilai dapat memperkuat rantai pasok industri kendaraan listrik nasional.

Siapkan Skema Pembiayaan

Selain mendorong produksi, Danantara juga menyiapkan dukungan pembiayaan melalui perbankan dan lembaga keuangan di bawah pengelolaannya.

Skema pembiayaan tersebut mencakup bunga yang lebih rendah, tenor lebih panjang, hingga upaya mengurangi atau menghapus uang muka pembelian.

Pemerintah berharap skema tersebut dapat meningkatkan minat masyarakat sekaligus memperluas pasar motor listrik nasional.

Saat ini, penetrasi motor listrik di Indonesia masih sekitar 1 persen. Karena itu, pengembangan Molinas diarahkan untuk memperbesar peran industri nasional sekaligus mempercepat pertumbuhan pasar sepeda motor listrik di dalam negeri.

Pemerintah optimistis kolaborasi antara industri, BUMN, lembaga pembiayaan, dan pemerintah dapat membangun ekosistem motor listrik nasional yang kuat dan mampu bersaing di pasar global.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *