Sejak malam hingga sekitar pukul 23.00 WIB, antrean penumpang terlihat menumpuk di area stasiun. Banyak di antara mereka yang tidak mendapatkan kepastian keberangkatan akibat gangguan operasional imbas kecelakaan tersebut.
“Saya menunggu kereta 1,5 jam lebih di sini,” ujar Adi, penumpang yang baru saja menjenguk temannya di RSCM dan hendak pulang ke Tambun.
Adi mengaku sempat menunggu hingga pukul 23.00 WIB, namun akhirnya memilih menghubungi rekannya untuk dijemput karena tidak ada kepastian jadwal keberangkatan.
Ia juga menyebut ada rangkaian KRL yang sempat disiapkan untuk menuju Bekasi Kota, namun belum dapat diberangkatkan karena kondisi masih belum normal.
“Kereta itu penuh dan belum berangkat,” tambahnya.
Penumpang lain, Eni, juga mengalami hal serupa. Ia menunggu lebih dari 1,5 jam sejak jadwal keberangkatan yang seharusnya pukul 21.26 WIB. Akhirnya, ia memutuskan pulang dengan dijemput.
“Akhirnya saya pilih minta dijemput saja,” kata pekerja di kawasan Gondangdia yang berdomisili di Bekasi.
Pantauan di lokasi, hingga sekitar pukul 23.00 WIB, ratusan penumpang masih berada di luar area Stasiun Manggarai. Sebagian menunggu kendaraan jemputan, ojek daring, sementara lainnya masih menanti kepastian keberangkatan KRL.
Petugas keamanan stasiun tampak berjaga dan membantu memberikan informasi kepada penumpang yang kebingungan akibat gangguan perjalanan tersebut.
Sementara itu, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) masih melakukan proses evakuasi rangkaian dan penumpang pasca-insiden tabrakan antara KRL Commuter Line dan kereta jarak jauh Argo Bromo di Bekasi Timur, Jawa Barat.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyampaikan bahwa proses penanganan masih berlangsung di lokasi kejadian.
“Masih dalam proses penanganan di Stasiun Bekasi Timur untuk kejadian kecelakaan antara Commuter Line dengan kereta jarak jauh,” ujarnya.
Terkait adanya dugaan korban jiwa, pihak KAI Commuter menyatakan masih menunggu proses evakuasi selesai sebelum memberikan keterangan resmi lebih lanjut.